Pola Dasar Alam Semesta

Masalah besar terjadi di dunia fisika pada abad 19 yang hampir-hampir saja fisika mengalami kebuntuan yaitu munculnya fenomena pada radiasi benda hitam yang tidak dapat dipecahkan dengan konsep materi dan gelombang saat itu. Teori pada saat itu seakan mengatakan jika materi ya materi artinya fenomena yang terjadi pada materi , ya memang khasnya materi dan tidak pernah terjadi pada gelombang.
Begitu juga dengan gelombang, gelombang ya gelombang yang artinya fenomena yang terjadi pada gelombang tidak pernah terjadi pada materi, materi mengalami tumbukan sedangkan gelombang mengalami interferensi dan difraksi. Teori fisika klasik yang menganggap bahwa cahaya sebagai gelombang tidak dapat menerangkan spectrum radiasi benda hitam. Dimana fenomena yang ditunjukkan oleh radiasi benda hitam adalah gelombang radiasinya berperilaku seperti materi. Masalah baru mendapatkan sedikit titik terang setelah Max Plank seorang Ilmuwan berkebangsaan Jerman memperkenalkan paket-paket energy atau foton walaupun dia sendiri sebenarnya tidak begitu yakin dengan idenya tersebut sehingga dia terus mencari gagasan dan penjelasan yang sesuai dengan teori pada saat itu. Max Plank menggunakan dasar teoritis untuk memperkuat rumus empirisnya yang ternyata cocok dengan hasil pengamatan, dengan asumsi energy radiasi yang dipancarkan oleh getaran molekul-molekul benda bersifat diskrit dan molekul-molekul menyerap atau memancarkan energy radiasi dalam paket diskrit yang disebut kuantum atau foton.

Dengan demikian yang semula materi dan gelombang yang saling terpisah kini gelombang bersifat sebagai materi atau materi telah mensifati gelombang. Analisis ini didukung oleh Albert Einstein dengan mengajukan postulat yang tidak kalah menohoknya dengan bersandar pada asumsi Max Plank bahwa cahaya terdiri dari paket-paket energy yang disebut kuanta atau foton. Lhoo berarti cahaya bersifat sebagai materi? Iya cahaya disamping sebagai gelombang dia juga materi. Efek foto listrik dan efek Compton telah memperkuat teori ini berdasarkan Eksperimen.

Fenomena diatas menunjukkan “GELOMBANG BERSIFAT MATERI”.

Alam semesta sebagai ciptaan Tuhan telah menunjukkan keindahannya baik bentuk maupun sifatnya, seakan-akan keindahan itu ditunjukkan dengan penciptaan yang berpasang-pasangan termasuk sifatnya. Ada SIANG ada MALAM, ada PLUS ada MINUS, ada CINTA juga ada BENCI dll, dua sifat yang saling berketerbalikan, yang mengacu pada suatu keseimbangan dan kesimetrian.
Keseimbangan, kesimetrian dan kesederhanaan melekat secara obyektif pada benda dan dunia, demikianlah keyakinan baru para ilmuwan. Louis de Broglie barangkali adalah orang pertama yang mendapat gelar doctor pada tahun 1924 karena usulan kesimetriannya atas alam. Dia mengamati dengan seksama karakteritik utama teori kuantum yang dikemukakan oleh Max Plank, Einstein dan Compton seperti tersebut diatas.

De Broglie yakin alam bersifat simetri, adil dan seimbang sehingga dia membuat hipotesa sebaliknya meskipun belum teramati dengan eksperimen, ia mengajukan hipotesis “MATERI BERSIFAT GELOMBANG”, ia menyatakan bahwa bahwa setiap materi yang bergerak dengan momentum tertentu akan mempunyai panjang gelombang sebesar konstanta Plank dibagi dengan momentumnya. Lhooo, De Broglie kok hanya membalik rumusannya Plank saja sie?, kelihatannya ya tetapi sebenarnya juga tidak. Berbeda dengan Plank, Einstein dan Compton yang didahului dengan eksperimen, maka hipotesis De Broglie tanpa ada Eksperimen. Dan pernyataan De Broglie ini baru terbukti secara eksperimen pada tahun 1927 melalui pola difraksi electron dari percobaan yang dilakukan oleh C.J Davisson dan L.H Genner.

Dengan demikian disamping “GELOMBANG BERSIFAT MATERI” ternyata “MATERI BERSIFAT GELOMBANG” inilah yang dinamakan DUALISME GELOMBANG-MATERI, sehingga alam benar-benar simetri dalam arti gelombang bersifat materi dan materi bersifat gelombang.

Alam semesta dalam banyak hal menampilkan diri dalam bentuk yang simetri dan pada gilirannya menampakkan keindahannya,memang mulanya keindahan dipandang tidak mempunyai ukuran kuantitatif sehingga keindahan bukanlah bagian dari materi, keindahan hanyalah perasaan subyektif yang ada pada peneliti dari pada merupakan kualitas yang pada benda. Charles Darwin mengatakan bahwa rasa keindahan hanya bergantung pada pikiran dan sama sekali bukan melekat pada obyek.

Tubuh manusia juga diciptakan oleh Allah SWT. Dalam keadaan seimbang antara bagian demi bagian,bagian yang kiri dengan yang kanan tampak setimbang atau lebih tepatnya simetri, posisi mata kiri setimbang dengan posisi mata kanan begitu juga posisi telinga, lubang hidung, kaki kiri dan kanan serta bagian-bagian lainnya tampak setimbang dan cenderung sama jika ditarik garis tengah yang membelah manusia menjadi dua bagian, hal ini lah yang biasa kita sebut dengan simetri.
Allah SWT. Berfirman di dalam AL-Qur’an (QS Al-Infithar 82: 7) yang artinya: “ Yang telah menciptakanmu lalu menyempurnakanmu dan menjadikanmu seimbang”.

Kalau kita amati hampir semua ciptaan-Nya sering menampakkan diri dalam bentuk yang simetri, coba kita amati burung-burung yang berterbangan, lebah, semut bahkan kecoakpun semua memiliki pola yang semetri, kupu-kupu yang hinggap di bunga yang ada ditaman sayap-sayapnya menampilkan pola warna yang serasi dan indah.

Demikianlah, simetri merupakan pola dasar alam semesta yang selalu menampilkan keindahan agar kita merenungi dan mengagumi yang menciptakannya Allah SWT. Tuhan pencipta alam semesta.

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an (QS. Al-Mulk 67: 3-4) yang artinya:
yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis, kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan yang maha pemurah sesuatu yang tidak seimbang, maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu melihat suatu yang tidak seimbang? Kemudian pandanglah sekali lagi niscaya penglihatanmu akan kembali kepadamu dengan tidak menemukan sesuatu cacat dan penglihatanmu itu pun dalam keadaan payah”.
Dalam bukunya Ayat-Ayat Semesta Agus Purwanto menyatakan bahwa : langit sangat setimbang tidak runtuh ke bumi. Pengamatan terus menerus pada langit juga tidak menemukan bagian-bagian yang rusak atau cacat dan kita menjadi tidak mampu membedakan antara satu titik dengan titik yang lain di hamparan langit luas. Ke manapun kita mengarahkan pandangan bahkan dibantu dengan teleskop sangat canggih sekalipun kita tetap tidak mampu membedakan satu bagian dengan bagian lainnya. Langit dan ruang angkasa secara keseluruhan tampak homogen dan isotrop.

31 Responses to Pola Dasar Alam Semesta

  1. abu hanan mengatakan:

    asswrb
    masih belum ngerti,,,,,,,,,,,,,baca lagi deh!!!

  2. hindin mengatakan:

    Aku tertarik karo konsep “keindahan” itu Ko. Jadi keindahan itu tidak semata-mata subjektif atau masalah rasa. Namun juga dapat dilakukan semacam pengukuran atas sesuatu itu indah atau kurang indah atau bahkan jelek? Simetrikah yang menjadi ukuran keindahan?

    • kaisnet mengatakan:

      Lhooo, sampai sekarang adakah alat ukur untuk keindahan? belum adakan.

      Dalam banyak hal kesimetrian seakan menjadi ukuran keindahan, sehingga pola-pola simetri banyak di aplikasikan manusia dalam kehidupannya, contoh bentuk sepeda motor simetri begitu juga bentuk mobil, bentuk rumah dan lain-lain. kesimetrian juga tercermin pada hukum kekekalan energi misal ada benda dijatuhkan pada ketinggian tertentu energinya sama dengan pada saat benda sampai di permukaan tanah, orbit planet juga mengacu pada pola yang simetri yaitu ellips sehingga berlakulah hukum kepller,bisakah kita membayangkan jika planet-planet orbitnya berkelok-kelok maka hukumnya pasti berbeda-beda.
      begitu juga pada atom kan?

  3. abu hanan mengatakan:

    bicara simetri?
    Saya berpikir tentang teori alam semesta terkait dengan orbit yaitu “siapa memutari siapa?”.Bukan geosentris atau heliosentris tetapi siapasentris.
    Begini,otak atik segi delapan lalu saya tarik garis hingga saling berpotongan kemudian saya bentuk sebagai elipse.Kemudian masing2 ujung elips saya beri tanda sebagai orbit planet.Ada beberapa titik yang menjadikan planet2 salaing bertabrakan (garis orbit saling potong) dan matahari saya tempatkan di luar segi delapan dengan pola orbit tetap mengambil titik tengah segi delapan tadi,,,,walhasil kiamat karena ruwet.
    Hanya saja sampai sekarang,secara pribadi,saya masih berteori siapa sentris.
    wassalam
    tulisan diatas masih belum ngeh juga

  4. abu hanan mengatakan:

    assalamualaikum
    atok…ooo…atok
    iseng2 browsing terdampar disini
    http://www.faktailmiah.com/2010/09/08/awal-alam-semesta-kacau.html
    dan disini
    http://www.faktailmiah.com/2010/09/09/hukum-fisika-berbeda-beda-di-berbagai-wilayah-alam-semesta.html


    kesimpulan:teori siapa sentris dinyatakan berlaku dan diperluas teori seluruh galaksi alam semesta mengitari siapa.
    Siapasentris berlaku pada tata surya dan alam semesta.


    hahahaha….cuma saya nggak setuju dengan awal yang kacau,,,,kan uda berteori sendiri tentang penciptaan alam.
    wassalam

    • kaisnet mengatakan:

      Waalaikum salaam Kang Abu.

      Lhooo, mereka mengatakan itu kan masih kemungkinan tooo kalau alam semesta ini awalnya kacauuu?
      Kita masih seperti bayi dalam “ILMU KOSMOLOGI”. masih banyak rahasia alam ini yang masih belum tersingkap.

      Emangnya siape yang ngelarang pean berteori, dan saya sering kesana lhooo,lihat argumen njenengan.

      Siapa sentris?

      Saya cuman bisa berargumen bahwa :
      Rotasi galaksi kita (bima sakti) beredar untuk satu kali putaran selama kurang lebih 250 juta tahun kita. Ini adalah satu hari galaksi kita, dan bintang-bintang pada galaksi kita semuanya beredar pada poros galaksi.
      galaksi kita mempunyai nukleus yang berisi kelompok besar bintang-bintang dan lingkaran gas hidrogen yang melingkarinya. nukleus mempunyai aktifitas radiasi yang konkrit yang mengidentifikasi adanya “BLACK HOLE” pada pusatnya.
      NUKLEUS GALAKSI dikelilingi lekukan yang disebut lekukan galaksi, lekukan ini dikelilingi oleh TABLET GALAKSI yang ketebalannya mncapai 60.000 tahun cahayayang teridiri dari bintang-bintang, gas dan asap kosmos. MATAHARI kita beredar beredar disekeliling pusat galaksi dengan kecepatan kurang lebih 300 km per detik dan satu kali putarannya terjadi dalam 200 juta tahun.

      SALAM UKHUWAH

  5. abu hanan mengatakan:

    assalamualaikum wrwb

    itulah point yang saya maksud.
    Boleh jadi ada pusat galaksi (asumsi saya,jika ada thawaf pada kabah maka idealnya harus ada pusat yang di”thawafi” pada alam semesta).

    Saya lagi bayangkan aja,bahwa garis orbit pada tata surya adalah berbentuk segi delapan (tetapi karena Allah menyukai ganjil maka saya jadi ke segi sembilan).

    Bukan orbit dengan pola seperti sasaran tembak.Tapi berbentuk bangun segi 9 yang 3 dimensi.Bisa tipis,tebal pun boleh.Matahari tidak harus ditengah tetapi garis orbitnya wajib memotong secara tepat di tengah bangunan segi 9.Kelekatan (istilahnya apa?tarik menarik ya) tiap benda angkasa berdasarkan unsur logam/gas yang memiliki sifat seperti magnet dan dimiliki masing2 benda sesuai kadarnya.Bukan karena putaran/rotasi atau revolusi

    Mungkin ilmu Fisika tidak akan menerima teori saya apalagi menghitungnya.
    Namanya teori,kalo salah dapat 1 pahala karena mikir.
    Namanya teori,kalo betul dapat 2 pahala karena mikir.

    Allah adalah pencipta ilmu Fisika,dan Beliau belum membuka “mata kuliah” baru.

    salam ukhuwah

  6. abu hanan mengatakan:

    tambahan :
    Jika teori saya betul,sungguh tak terbayangkan betapa dahsyat ilmu Allah.

    Garis orbit yang saling berpotongan,berbentuk segi 9,3 dimensi tapi seimbang,tak bertabrakan sampai waktu yang ditentukan.Secara berjamaah (jamaah tata surya dan jamaah galaksi) memutari pusat galaksi (apakah itu pusat ledakan?

    Jika ilustrasi tata surya model sasaran tembak,apakah itu Hukum Keppler yang menjadi rumus hitung?

    • kaisnet mengatakan:

      Aduuh, gak bisa mbayangkanlah gimana rumitnya jika berbentuk segi 9 dalam 3 dimensi.

      Berdasarkan pengamatan teleskop siee, gerak planet orbitnya berbentuk elips sehingga yaa hukum kepler yang digunakan, tetapi jika model sasaran tembak (mungkin maksudnya lingkaran penuh) yaa bisa didekati dengan hukum-hukum pada gerak melingkar. TAPI FAKTANYA ELIPS KAAN?

      SALAM UKHUWAH, KANG ABU.

  7. abu hanan mengatakan:

    keliru,,,,,
    maksud hati membingkai malah tercoret…

  8. abu hanan mengatakan:

    bingkai?
    pake block ya?
    jadi lupa….eh maaf!komen jadi media belajar…..
    di blogspot sya juga sering otak-atik tapi blm ktm juga bingkai/strong dll pada komen.
    salam ukhuwah

  9. abu hanan mengatakan:

    assalamualaikum,,
    alhamdulillah,,,
    mengerti akhirnya.
    Pertanyaan :

    1.Medan magnet,termasuk jenis gelombang yang bermateri atau materi yang bergelombang?
    2.Sedang saya pikirkan
    3.lagi saya susun berdasarkan pertanyaan no 1 dan no 2

    • kaisnet mengatakan:

      Waalaikumsalaam

      Dalam teori Gelombang Elektromagnetik , Medan magnet mempunyai sumbangan sebesar B yang merupakan gelombang sinusoidal dengan arah tegak lurus Medan listrik (E).

      yaaaa, kalau gelombang berati mempunyai sifat sebagai materi seperti bacaan diatas.

      Selamat berteori …….. he…..he…..he.

      SALAM UKHUWAH KANG ABU….

      • abu hanan mengatakan:

        assalamualaikum,,,,

        masih belum mudeng dgn jawabanya,kang,,,,,
        Maksudnya,gelombang sinusoidal itu apa?

        Memang faktanya elipse tetapi maksud saya apakah elipse tersebut berbentuk seperti sasaran tembak? (2 dimensi aja)
        Sedangkan saya lebih cenderung mendekati garis orbit seperti bangun 3 dimensi.Dan apabila ditarik garis dari sudut ke sudut maka akan terjadi pola simetri dan berbentuk segi 9 atau segi tujuh atau segi berapa aja sebanding dgn jumlah benda2 angkasa yang menjadi kelompok tata surya.Begitu…..
        merkurius misalnya,sebenarnya dia berada di bawah bumi kemudian naik lalu turun lagi (seperti piring yang miring.Di lapis kedua venus juga berpola sama dengan sudut elipse yang berbeda koordinat dgn sudut merkurius,begitu seterusnya hingga planet terjauh dari matahari.Yang akhirnya bila dilihat dari kiri/kanan/atas/bawah tata surya (karena saya berada di luar tata surya nih ceritanya,,,,) maka akan tampak bidang 3 dimensi.

        mohon bantuan untuk menjelaskan sedikit tentang dunia magnet.
        salam ukhuwah

      • kaisnet mengatakan:

        Waalaikumsalaam Kang ABU,

        Gelombang sinusoidal itu bentuknya seperti tali yang digerakan naik turun itu lhoo Kang ABU.
        sedangkan sumbangan medan magnet sebesar B= Bm sin (kx – ωt)

        Untuk orbit planet-planet yaa memang mirip sasaran tembak, karena orbit planet-planet tersebut hampir sebidang.

        Medan magnet yang dimaksud Kang ABU,mungkin magnetosper ya, yaitu lapisan medan magnet yang menyelubungi benda-benda angkasa.
        yaa memang planet-planet diselubungi oleh magnetosfer termasuk bumi, magnetosfer bumi disebabkan oleh inti bumi yang tidak stabil yang bergerak dengan sangat cepat karena suhu yang sangat tinggi dan medan gravitasi sehingga terbentuk medan magnet raksasa yang menyelubungi bumi

        MAAF Kang baru saya balaz
        SALAM UKHUWAH

  10. qarrobin mengatakan:

    medan adalah ruang yang berisi probabilitas dari fase-fase, jika fase-fase itu bersuperposisi maka kita mendapatkan gambaran partikel, jika fase-fase berinterferensi maka kita mendapatkan gambaran gelombang

  11. abu hanan abdullah mengatakan:

    komen saya ini bisa dihapus,sedang trial utk migrasi ke wordpress.
    salam ukhuwah

  12. abu hanan mengatakan:

    assalamualaikum
    garavitasi?
    di bulan ada kan?
    di venus ada?
    benda yang berada di permukaanya dalam keadaan melayang atau melekat seperti bumi?
    wah,kok jadi kaya SMP tanya melulu ya,,,,hahaha
    salam ukhuwah

    • kaisnet mengatakan:

      Waalaikumsalaam Wr. Wb

      Yaa ada too kang Abu, Mengapa di bulan kita akan melayang sedang dibumi kok tidak itu kan karena massa bulan jauh lebih kecil dibanding dengan massa bumi sehingga jika massa bulan dikalikan massa kita dibagi kwadrat jarak kepusat bulan lalu hasilnya dikalikan konstanta gravitasi (G) itulah gravitasi bulan yang hasilnya ternyata lebih kecil dari gravitasi bumi karena massa bulan jauh lebih kecil dari massa bumi.

      Hehe…he,saya lhoooo berpikiran Kang ABU ini cuma pura-pura gak tau aja, makanya komen Njenengan tentang gelombang sinusoidal baru saya jawab lima hari setelahnya.
      heee… heee.he.. lawong sebenarnya Kang ABU sudah tahu kok.

      SALAM UKHUWAH

  13. abu hanan mengatakan:

    assalamualaikum….
    mumpung lagi “single fighter” di rumah.anak2 sm istri lagi inap di rumah kakeknya.
    begini kang…..
    seringkali kita terpaku bahwa gaya gravitasi di bulan mendekati 0 tetapi lebih sedikit referensi kita terhadap gaya gravitasi di planet yang lebih besar dari bumi (massa,kecepatan dsb).makanya saya tanya gravitasi venus dulu kemudian yupiter gimana?krn si yupe kan punya lebih dari 2 satelit (dan masing2 satelit punya orbit sendiri).Sayangnya,saya jarang bergaul dengan fisika yang astronomi.
    Justru AQ yang memancing saya utk bergerak menuju fisika dan biologi (kalo hukum kayaknya “misterinya” lebih sedikit dibanding ilmu alam).Jadi,semua teori dasar dan kerangka berpikir saya ttg penciptaan alam (termasuk manusia) bersumber dari AQ lantas turun lagi ke pengetahuan manusia…begitulah perjalanan belajar saya…maka dari itu,saya coba utk nekat – dengan pengetahuan yang dangkal- utk menulis serial penciptaan alam (fisika dan biologi) serta hukum.
    Utk WP sementara mohon jangan ditautkan dulu/dikunjungi mas….
    salam ukhuwah

    • kaisnet mengatakan:

      Waalaikumsalaam.

      Dengan menggunakan persamaan gravitasi Newton dan memperhatikan massa masing-masing planet serta matahari kita akam mendapatkan hitungan sebagai berikut :
      Gaya gravitasi Venus dengan matahari sekitar 5,53 x 10^25 N dan Gravitasi Yupe (bukan Yulia Perez kaaan) adalah 4,16 x 10^23 N, gaya gravitasi venus terhadap matahari lebih besar dari gaya gravitasi Yupe thd matahari karena massa Venus lebih besar dari pada massa Yupe sekalipun ukuran Yupe lebih besar,begitu juga jarak venus lebih dekat dengan matahari jika dibandingkan dengan jarak Yupe. (hitungan diatas tolong diperiksa kembali barangkali saya salah menghitungnya).

      Untuk jumlah satelit Yupe punya 13 satelit Kang bukan 2 satelit

      Nah kenapa satelit kok mengelilingi planet kok tidak matahari, coba aja hitung gaya gravitasi antara satelit dengan planetnya lalu bandingkan dengan satelit dengan matahari, Insyaallah (karena saya belum menghitung) akan lebih besar antara satelit dengan planetnya karena jaraknya lebih dekat.

      Jika saja para ilmuwan belajarnya seperti kang ABU berangkat dari Al-Qur’an pasti sekarang sudah terbentuk “SAINS ISLAM”.

      Okeee. sudah saya hapus diBLOGROOLKU

      SALAM UKHUWAH

  14. abu hanan mengatakan:

    assalamualaikum
    lho,kan saya bilang lebih dari 2 satelit toh mas?jadi kan betul kalo ada 12 satelit (padahal lupa jumlah pas berapa hahahaha….)

    masalah hitungan (sementara diabaikan dulu-saya mesti berburu primbon galaksi dulu-).
    begini:
    apakah garavitasi thd matahari berpengaruh thdp gravitasi semua benda di permukaan planet ke planet tsb (seperti benda bumi yang jatuh krn gravitasi bumi)?
    Saya melayang keluar atmosfer bumi (masuk ke hampa udara) ke bagian mana saya bakal “ditarik” ?

    boleh jadi akan ada pematahan tentang hukum newton dan relativitas,,,harapan saya seperti itu jadi sains akan lebih dinamis

    dari,karena,untuk Allah semata

    salam ukhuwah

    html yang EM fungsinya apa ya?

    • kaisnet mengatakan:

      Waalaikumsalaam…..

      He…heee…,iya tuh saya yang kurang teliti membacanya 13 kan lebih dari 2

      Sebenarnya gravitasi matahari ke benda di permukaan bumi bepengaruh, tapi sangat kecil jika dibandingkan dengan gravitasi benda terhadap bumi karena jaraknya pusat matahari kepada benda tersebut kelewat besar dan massaa benda kelewat kecil jika dibandingkan dengan massa matahari,sedangkan jarak benda dengan pusat bumi sangat dekat sejauh jari-jari bumi karena gravitasi kita hitung dari pusat bukan dari permukaan.
      Jika NJENENGAN keluar atmosfer maka akan di tarik ke gaya gravitasi yang lebih besar karena gaya gravitasi adalah VEKTOR maka hitungan tetap diperlukan, jika suatu tempat gaya graviasi yang mempengaruhinya sama besar dan berlawanan arah maka tempat tersebut bisa dikatakan gaya gravitasinya sama dengan NOL karena saling meniadakan.

      html yang EM fungsinya apa ya? maksudnya apa yaaaa…????!

      SALAM UKHUWAH KANG ABU.

  15. abu hanan mengatakan:

    assalamualaikum..
    kang,mohon bantuan untuk menghitung (sedari kemarin saya utek2 hasilnya makin gak karuan)
    begini,jika jarak (J)=3000 km,kecepatan suara adalah 340 m/s,kecepatan cahaya 300rb km/jam.
    Pertanyaan ;
    1.berapa waktu tempuh dengan kecepatan suara?
    2.berapa waktu tempuh dengan kecepatan cahaya?
    3.pertanyaan ketiga saya simpan agar dapat menimbulkan 2 pertanyaan lagi untuk anda (mode lampu aladin hahahaha….)
    Kesulitan saya adalah pada pertanyaan ke 2 hasilnya 0,10 jam. atau 6 detik.Betulkah?
    Merubah ke menit atau detik caranya gimana ya?
    Pada pertanyaan no 1 malah gak mudeng blas….
    Hehehe sori,maklum sudah 20 tahun lebih gak bergaul dgn Fisika.
    salam ukhuwah

    pessan;jangan bosan menjawab pertanyaan saya yang kelas kacang.

    • kaisnet mengatakan:

      Waalaikumsalaam
      Lho katanya masalah hitungan diabaikan aja….

      Lho kok ketemu 0,10 jam dari mana apa gak 0,01 jam ?
      kecepatan cahaya 300rb km/jam yang betul apa nggak 300rbkm/detik?

      SALAM KANG ABU

      • abu hanan abdullah mengatakan:

        kemarin sih diabaikan,sekarang dimainkan.

        nah kan,jadi jalannya perhitungan sama rumus gmn kang?
        kecepatan cahaya?yang bener mana?

        beberapa tulisan anda “sedang” serta “akan” saya gunakan sbg tambahan info pada tulisan2 saya berikutnya.

        salam

      • kaisnet mengatakan:

        Kita anggap ajalah geraknya lurus (arah horizontal) dan kecepatannya tidak berubah setiap waktu tanpa memperhitungkan gaya gesek.

        yaaa langsung saja jaraknya dibagi dengan kecepatannya
        1 ketemu 8823,53 detik atau 147,06 menit atau 2,45 jam
        2 kalau dibagi 300rbkm/jam ketemu 0,01 jam atau 0,6 menit, namun jika di bagi dengan kecepatan cahaya maka akan ketemu 0,01 detik *

        Maaf jika keliru….

  16. abu hanan mengatakan:

    alhamdulillah…..
    insya allah bener.
    gak kepikir`kalo 3000km=3 juta meter….
    syukron kang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: