isra’ mi’raj menembus ruang dan waktu

Isra’Mi’raj menembus ruang dan waktu

Peristiwa spektakuler dalam dunia islam salah satunya adalah isra’ mi’raj yaitu perjalanan Kanjeng Nabi Muhammad SAW dari masjidil haram ke masjidil Aqsa dan dilanjutkan mi’rot ke langit tertinggi sampai ke sidrotul muntaha untuk menerima wahyu berupa sholat lima waktu dalam sehari semalam. Dalam perjalanan tersebut Rosululloh, ditemani dengan malaikat utusan Allah SWT yang bernama Jibril dan mengendarai buroq yang notabennya keduanya adalah makhluk yang bahan dasarnya dari Nur (cahaya), sehingga perjalanan itu bagi keduanya si gak ada masalah, sedangkan Nabi Muhammad adalah manusia yang bahan dasarnya dari tanah.
Ini adalah peristiwa yang ditunjukkan oleh Allah kepada manusia untuk menguji imannya mau percaya atau tidak.
Bagaimana jika peristiwa ini dilihat dari kacamata fisika,…………..?
Sebelumnya,mengapa harus dilihat dari fisika, bukankah lebih enak kita langsung mengimaninya saja? Lhoo, kita ini sudah mengimaninyakan dengan sebenar-benarnya, kecuali yang tidak mengimaninya ada juga kan? Disamping itu juga untuk menyingkap rahasia dibalik peristiwa itu.
Jika dipandang dari fisika klasik yang dibangun secara formal dengan asumsi bahwa ruang absolute dan waktu tidak independen tidak mempengaruhi ruang dan sebaliknya, maka mi’raj yang dilakukan oleh malaikat jibril dan nabi Muhammad SAW dengan mengendarai buroq dengan start dari bumi dalam waktu semalam kalau dihitung jaraknya maka Beliau belum sampai keluar dari system tata surya kita dengan asumsi kecepatannya mengambil dari surat : Al-Ma’arij ayat 3-4 yang artinya “Dari Allah yang mempunyai tempat tempat naik . Malaikat-malaikat dan Jibril naik kepada Tuhan dalam sehari yang kadarnya lima puluh ribu tahun.” Dari sini kita bisa menghitung secara kasar kecepatannya sekitar lima puluh ribu kali jumlah hari dalam satu tahun lalu dikalikan kecepatan kendaraan saat itu yaitu kecepatan onta misalnya kita ambil 25 km/jam, naah kira-kira baru sampai planet Saturnus, belum sampai keluar system tata surya kita (maaf ini hanya hitungan kasar).
Ini mustahil jika kejadiannya disana karena jagat raya sangat luas.
Jika dipandang dengan menggunakan konsep pemuluran (delatasi) waktu pada teori relativitas khusus maka satu hari perjalanan malaikat setara dengan lima puluh tahun. Ini berarti kecepatan malaikat mendekati kecepata cahaya, yang merupakan bahan dasar dalam penciptaannya. Jika mi’raj dilakukan dengan kecepatan mendkati kecepatan cahaya atau ambil saja sama dengan kecepatan cahaya dengan waktu semalam maka jarak yang ditempuh sama dengan jarak matahari sampai neptunus . ternyata belum keluar dari system tata surya kita juga.
Jika prinsip teori relativitas khusus diterapkan, yaitu hanya materi tak bermassa saja yang yang bisa bergerak dengan kecepatan cahaya, maka mi’raj yang dilakukan hanyalah sebatas ruh. yaitu malaikat dan buroq jelas gak bermassa karena mereka tercipta dari cahaya sedangkan Nabi Muhammad SAW. hanya ruhnya yang tidak bermassa sedangkan jasatnya bermassa. Toh ini ada kelemahannya juga jaraknya baru sampai planet Neptunus,mustahil Sidratul Muntaha ada disana.
Jika Rosulullah SAW, bergerak dengan tubuhnya dengan kecepatan mendekati kecepatan cahaya maka tubuh rosullullah akan hancur dan meledak sesuai dengan teori relativitas khusus.
Kesimpulannya teori relativitas khusus tidak memadai untuk menjelaskan peristiwa spektakuler tersebut yaitu mi’raj ke langit sub tujuh.
Naah, kita cari alternative lain
Kita pandang Mi’raj sebagai suatu peristiwa keluar dari dimensi ruang dan waktu. Didalam jagat raya tiga dimensi dan waktu, masih ada dimensi extra. Jika jagat raya kita gambarkan sebagai bola dengan empat dimensi dengan tiga dimensi ruang dan waktu maka dimensi extra berada di dalam dan di luar bola. Big Bang telah membentuk materi dan immateri, yang mengherankan, bumi kita, system tata surya dan galaksi kita tidak mengandung immateri, Para ilmuwan telah mengemukakan dua kemungkinan tentang ketiadaan immateri yakni anti materi (immateri) benar-benar lenyap selama sejarah alam semesta atau materi dan anti materi telah saling terpisah untuk membentuk berbagai wilayah alam semesta. Jika ruang antar bintang maupun antar galaksi dipandang sebagai langit-langit material. maka langit immaterial adalah langit yang berada di dimensi extra, karena ruang extra berada di luar ruang material, maka hukum-hukum ruang – waktu yang kita kenal boleh tidak berlaku di ruang extra. Sehingga mi’raj yang dilakukan Nabi Muhammad yang didampingi malaikat Jibril dapat berlangsung sesingkat-singkatnya.
Para ilmuwan belum mengetahui lokasi tepi dari alam semesta, sejauh observasinya hanya menemukan milyaran galaksi, tetapi yang ada diluar batas-batas alam semesta belum diketahui…
Isra’ dan mi’raj tidak mungkin dapat dijelaskan secara eksak, tetapi pesan ilmiah yang ditampilkan dari peristiwa tersebut memberikan pesan tentang exsistensi dan struktur ruang dan waktu serta adanya dimensi yang lebih tinggi dari dimensi kita.
“Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa. Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya. Dan Kami hiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang yang cermelang dan Kami memeliharanya dengan sebaik-baiknya. Demikian lah ketentuan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui. (Qs. Fush Shilat : 12)
“Tidakkah kamu memperhatikan bagaimana Allah telah menciptakan tujuh langit bertingkat-tingkat” (Qs. Nuh :15)

15 Responses to isra’ mi’raj menembus ruang dan waktu

  1. ajam jamhari edi mengatakan:

    Tentu saja dengan teori relativitas Einstein baik yang khusus maupun yang umum, perjalanan isromi’roj Rosul Muhammad tidak akan bisa diterangkan dengan benar, sebab kosmologi Einstein merupakan dimensi alam kasar karena Einstein mengklaim tensor urutan 2 adalah gravitasi, padahal tensor urutan 2 adalah listrik lemah yang merupakan hasil dari hambatan gaya vektor dari tensor urutan 1. Dengan kata lain gravitasi Einsten tidak sama dengan gravitasi Newton yang menyeluruh, sehingga ketika pergerakkan sebuah benda melebihi 100.000 km/detik, maka akan dihantam-gencet gaya elektromagnet dan mengerut menjadi sekecil atom, masuk alam halus dalam hamparan medan elektromagnet, bukan hamparan medan gravitasi.

    Tetapi Anda keliru kalau berpendapat isro mi’roj tidak dapat diterangkan secara exact. Dengan gabungan teori kosmologi Newton, quantum Max Planck dan kesamaan gelombang relativitas Paul Dirac, Anda dapat menerangkannya dengan jelas.

    Jika Anda berkenan membaca “Tafsir Qur’an dengan disiplin ilmu” di “jamhari39.blogspot.com” akan tampak jelas bahwa rosul Muhammad adalah penemu rahasia waktu sekaligus sebagai manusia pejalan waktu yang pertama.

  2. hindin mengatakan:

    Aku setuju ko kalau Isra’ Mi’raj tidak dapat dijelaskan secara eksak. Lebih suka mengimaninya begitu saja. Sebab membaca berbagai upaya tafsiran Isra’ Mi’raj melalui sains hasilnya selalu tampak absurd.
    Koreksi untuk ajam, ketika benda bergerak dengan laju mendekati c, menurut relativitas khusus Einstein, tidaklah mengerut, namun justru massanya akan mengembang mendekati tak hingga.

  3. ajam mengatakan:

    Buat Hindin yth.
    Perjalanan ruang waktu Einstein menyebutkan, bila gerakan benda mencapai kecepatan cahaya maka selang waktu menjadi nol.
    Waktu adalah medan skalar ruang waktu, yaitu gaya listrik lemah atau tensor urutan 2 (alamraya Wilhelm de Sitter)sebagai pusingan ruang dalam kecepatan cahaya. Artinya kecepatan cahaya adalah ukuran waktu, tetapi bukan waktu sebagaimana rumusan Einstein. Setiap benda yang gerakkannya mencapai kecepatan cahaya, dia akan menetralkan medan skalar (pusingan ruang)dengan gerakan dirinya (gerakan mengarah, vektor). Berapa lama dan jauhpun jarak ruang yang dijalaninya dalam kecepatan itu, dia tidak akan terkena hitungan waktu. Itulah yang disebut waktu 1 detik diperlebar tanpa batas.
    Tetapi yang saya maksud adalah gravitasi Newton tidak sama dengan gravitasi Einstein. Medan gravitasi Newton (asas lemah)merupakan gaya nuklirkuat sebagai medan skalar alamsemesta yang bergerak tanpa batas (tensor urutan 0) atau cermin CPT sebagai mesin kerja alam. Sehingga jika didasarkan pada teori skalar tensor Pascuak Jordan, persamaan gelombang nisbi Paul Dirac dan geometri ruang Riemann tafsiran William Cliford akan gravitasi Newton akan menghasilkan alamraya tersusun dari 3 dimensi ruangwaktu dan masing-masing dimensinya tersusun pula dari 3 tingkat kekasaran ruang ditambah dengan satu bayangan cermin dalam kesatuan khusus 3 dimensi, maka menjadi 10 dimensi ruang. 3 tingkat kekasaran ruang ini terjadi akibat hambatan gaya vektor terhadap medan skalar.
    Sedangkan kenisbian rumusan Einstein adalah penupukan dari dimensi wujud tampak yaitu kecepatan suara, setengah kecepatan cahaya, dan kecepatan cahaya. Rumusan Einstein ini diperoleh dari tetapan kosmis Newton sebagai gaya tolak kosmis pada awal evolusi alamraya, dan kemudian oleh Einstein dirubah menjadi tetapan kosmologi lambda. Itu sebabnya, sepanjang berkenaan dengan dimensi tampak, rumusan Einstein mungkin akan benar. Tetapi karena ketidak tahuannya tentang pembalikan ruang (cermin CP, Einstein mengklaim gravitasi sebagai medan skalar. Padahal menurut tetapan kosmis, gravitasi merupakan salahsatu gaya vektor, karena kegiatannya mengarah.
    Itulah sebabnya, mengapa relativitas Einstein tidak akan mampu dipaka menerangkan perjalanan isro mi’roj rosul Muhammad. Medan gravitasi terhampar pada kecepatan kurang dari 100.000 km/detik ketika lebih dari 100.000 km/detik akan dihantamgencet oleh gaya elektromagnet sehingga menciut jadi sekecil atom dan masuk ke alam halus atau ke hamparan medan elektromagnet.

  4. kaisnet mengatakan:

    Kepada Mas Ajam, saya sudah mengunjungi rumah anda di http://jamhari39.blogspot.com dan sudah membaca banyak tafsir beraliran sains disitu dan sudah saya renungkan berminggu-minggu. tetapi tetap saja saya belum bisa mengilmiahkan apa lagi mengexsakan peristiwa isra’ mi’raj.
    Barangkali ada petunjuk dari mas Ajam? kita sama-sama belajar dan mungkin tujuan kita sama.
    terima kasih.

  5. Hindin mengatakan:

    @Ajam. Terima kasih atas tanggapannya. Maafkan saya, nampaknya anda sangat ahli dalam hal ini. Saya hanya memahami beberapa keping Fisika klasik dan Fisika Modern. Dan saya pun sebenarnya tidak memahami tanggapan Anda. Kalau dalam bahasa ilmiah populer mungkin saya dapat memahami. Bagaimana Anda bisa menyatakan bahwa Waktu adalah medan skalar ruang waktu, yaitu gaya listrik lemah atau tensor urutan 2 sebagai pusingan ruang dalam kecepatan cahaya? Saya tidak paham.
    Salam

  6. ajam mengatakan:

    Bicara tentang waktu, sampai sekarang para ilmuwan belum ada yang mengatakan secara pasti, apa sebenarnya yang disebut waktu, bahkan Einstein sendiri sebagai perumus ruang waktu tidak dapat menyebutkan arti waktu.
    Untuk sampai pada, mengapa waktu merupakan medan skalar ruamngwaktu nampaknya penjelasannya akan panjang, sebab berkaitan dengan perumus-perumus lainnya. Tetapi untuk lebih singkat kita coba dengan penjelasan sederhana. Mengacu pada rumusan Einstein melalui persamaan :
    (selang ruang waktu)² = (selang waktu)² – (selang ruang)²
    Einstein mengatakan, tanda minus (-) dalam persamaan itu bertentangan dengan akal sehat.
    Padahal kalau kita renungkan, persamaan itu menyiratkan bahwa “waktu adalah gerakan dalam kecepatan cahaya“. Tetapi tentu saja bukan cahaya, karena cahaya terdiri dari zarah-zarah (particles), berarti masih termasuk benda wujud (matter) yang mempunyai massa dan oleh Einstein disebut garisfana (worldline). Sedangkan waktu bukan benda wujud, tapi memiliki sifat wujud. Dengan demikian, dari rumusan ruangwaktu tersebut masih timbul dua pertanyaan : Apa yang disebut waktu? Dan mengapa gerakan cahaya dijadikan batasan atau definisi waktu?
    Untuk pertanyaan kedua tentunya kita bisa langsung menjawab. Yang pasti, waktu adalah gerakan sesuatu. Tetapi kita tidak dapat mengatakan arti waktu adalah gerakan. Sebab kalau demikian berarti setiap gerakan benda adalah waktu. Padahal kecepatan benda-benda beraneka ragam. Jika waktu Adalah gerakan, maka kalau kita diam berarti tidak punya waktu. Ini bertentangan dengan kenyataan, karena, jika kita diam, artinya tidak bekerja. Sehingga kita memiliki banyak waktu. Lebih jauh, jika gerakan disebut waktu, maka gerakan saya, gerakan anda, gerakan planet, dan sebagainya , harus disebut waktu. Tetapi waktu saya, waktu anda, waktu planet memiliki kecepatan berlainan, sehingga tidak ada batasan yang pasti. Ini hanya mengandung satu arti bahwa waktu Adalah gerakan tertinggi atau tercepat dalam alam. Kita tahu bahwa kecepatan tertinggi dalam alamraya (alam fana, Alam kasar) adalah kecepatan cahaya. Sedangkan gerakan saya, gerakan Anda, gerakan planet dan sebagainya hanya rangkaian mirip-waktu nisbi (relative) terhadap waktu yang sebenarnya.
    Waktu saya, waktu Anda (kecepatan gerakan saya, kecepatan gerakan Anda) bisa sama dan bisa juga berbeda, yang menghasilkan aneka-ragam gerakan sehingga sifatnya menjadi nisbi. Dalam garisbesarnya waktu nisbi terbagi dua, yaitu kecepatan suara dan setengah kecepatan cahaya, sedangkan kecepatan cahaya adalah waktu mutlak.
    Alam gerakan kecepatan suara membentang dari kecepatan 0 (diam) hingga mendekati setengah kecepatan cahaya. Alam gerakan setengah kecepatan cahaya membentang dari hampir setengah hingga mendekati kecepatan cahaya, sedangkan alam cahaya adalah kecepatan gerakan cahaya. Dalam ruangwaktu, tidak ada kecepatan yang lebih dari gerakan cahaya. Sebab kalau lebih cepat dari cahaya, ia bukan alam ruangwaktu melainkan alam di luar ruang waktu. Dengan kata lain jika kita memaksakan diri agar dapat bergerak lebih cepat dari cahaya, maka yang akan meningkat bukan kecepatannya melainkan panasnya.
    Aneka ragam gerakan benda yang memiliki waktu nisbi ini, kita sebut dimensi mundur mirip waktu, sebab dimensi cahaya adalah kecepatan paling tinggi, sehingga kecepatan yang lebih rendah dari cahaya berarti mundur.
    Untuk penjelasan rangkaian mundur dimensi mirip waktu, kita dapat membahasnya dengan bahasa sederhana. Katakanlah suatu saat nati ada satu pesawat yang menggunakan bahan yang sangat lentur atau jika teknologi teleport telah ditemukan seperti yang terjadi dalam cerita-cerita fiksi ilmiah.
    Kita mulai dengan pesawat yang diam dengan kecepatan nol nisbi terhadap kecepatan cahaya. Dikatakan nisbi, karena diamnya pesawat itu sebenarnya tidak diam mutlak, sebab ia berada di permukaan planet (Bumi) yang bergerak mengelilingi Matahari dalam kecepatan 30 km/detik, dan berpusing pada porosnya. Tetapi di sini kita anggap pesawat tersebut benar-benar diam, selisih jarak ruang pesawat dengan jarak yang ditempuh waktu adalah 300.000 kilometer setiap detiknya.
    Bila pesawat bergerak 1000 km/detik, selisih jarak ruang yang ditempuhnya dengan yang ditempuh waktu menjadi 299.000 km/detik. Sedangkan selisih waktunya berkurang dengan1/300 detik. Bila bergerak 100.000 km/detik, selisih ruang yang ditempuhnya adalah 200.000 km/detik, serta selisih waktu tempuhannya berkurang dengan 1/3 detik. Bila pesawat bergerak 150.000 km/detik, selisih jarak ruang yang ditempuhnya adalah 150.000 km/detik dan selisih waktu tempuhannya berkurang menjadi ½ detik. (tetapi dalam kenyataannya hal itu tidak mungkin terjadi di hamparan medan gravitasi /alam kasar, sebab ketika pesawat (benda) masuk ke kecepatan 100.000 km/detik dia akan menumbuk cermin C sebagai pembatas dimensi ruang yang merupakan dinding tenaga, ia akan dihantam oleh gaya electromagnet dan gaya nuklirlemah serta digencet oleh pusingan ruang).
    Perubahan bentuk yang menyesuaikan (conformal transformation) antara waktu dan ruang yang dikemukakan Pascual Jordan, menemukan pengukuran kecepatan cahaya yang tetap sama bagi benda-benda yang bergerak hingga kecepatan 299.999 km/detik. Gejala yang membingungkan para ilmuwan ini sesungguhnya memiliki penjelasan yang sederhana.
    Gejala tersebut merupakan petunjuk yang jelas bahwa waktu bukan gerakan cahaya, melainkan suatu gerakan lain yang memiliki kecepatan cahaya. Teori skalar-tensor maupun geometri Riemann yang ditafsirkan oleh Cliford menyatakan bahwa setiap gerakan benda dan peristiwa, selalu menyesuaikan dengan ruang dan waktunya. Penyesuaian bentuk ini menghasilkan nilai pembagi yang selalu sama antara kecepatan benda dengan titik ruang yang dtempatinya, nisbi terhadap kecepatan cahaya.
    Wktu adalah medan skalar alamraya (ruangwaktu), medan skalar memiliki gerakan berpusing tidak mengarah, sehingga selalu berlawanan dengan gaya-gaya vektor. Benda-benda memiliki gerakan mengarah, karena itu ia selalu berlawanan dengan medan skalar. Mengingat kecepatan gerakan benda selalu menyesuaikan dengan ruang tempat kehadirannya, berarti pusingan ruang setempat selalu menghapuskan perbedaan jarak yang ditempuh bendanya.
    Ketika benda bergerak 1 km/detik, jarak yang satu kilometer itu diimpaskan pada 0 lagi oleh pusingan ruang setempat. Pada gerakan benda 100.000 km/detik, gerak ruang setempat juga 100.000km/detik, pada arah berlawanan (atau 1/3 detik dari tempuhan waktu mutlak) sehingga pusingan ruang setempat mengimpaskannya dengan 3/1 x 100.000 km, hasilnya kecepatan chaya tetap 300.000 km/detik. Artinya sejak dari gerakan nol hingga mendekati kecepatan cahaya, kita akan selalu melihat kecepatan cahaya yang terukur tetap 300 km/detik. Ini terjadi, karena hambatan medan vektor telah mengubah hamparan medan skalar, seperti air panas dalam gelas yang dituangi air dingin, menghasilkan air hangat.
    Mengingat ruangwaktu Adalah gabungan ruang dan waktu, kenyataan ini memberikan kesimpulan yang pasti kepada kita bahwa waktu bukan cahaya, melainkan gerakan ruang dalam kecepatan cahaya.
    Medan skalar selalu bertentangan dengan gaya-gaya vektor yang mengarah, yang terdiri dari gaya nuklirlemah, gaya electromagnet dan gaya gravitasi. Gaya-gaya vektor adalah besaran-besaran yang menghambat gerakan ruang pada sudut siku-siku, sehingga menghasilkan tingkat-tingkat kecepatan gerakan ruang atau selang-selang waktu atau rangkaian dimensi mirip waktu.
    Hambatan gaya listrik lemah sebagai gabungan dari elektromagnet dan nuklirlemah terhadap medan skalar, menghasilkan sendatan-sendatan yang mengakibatkan terjadinya penggumpalan-penggumpalan zarah dalam proses evolusi dari ruang kosong hingga benda-benda wujud tampak (galaksi, bintang, planet dan sebagainya ).
    Gumpalan-gumpalan itu memiliki massa yang menghasilkan medan gravitasi. Gravitasi menghambat gerakan ruang dalam lingkup kecepatan nol hingg mendekati setengah kecepatan cahaya. Ini adalah terjadinya pembentukan alamraya Einstein atau tensor urutan kedua yang dibentangi medan gravitasi. Karena itu Einstein mengatakan bahwa gravitasi adalah medan skalar alamraya, padahal medan gravitasi adalah hamparan medan vektor.
    Hambatan elektromagnet terhadap gerakan ruang menimbulkan gumpalan zarah ukuran atom. Hasilnya adalah ruang halus dalam lingkup hampir setengah kecepatan cahaya hingga mendekati kecepatan cahaya. Tetapi pada pusingan ruang 130.000 – 299.000 km/detik, ruang menjadi tidak stabil. Pada pusingan 130.000 – 150.000 km/detik ruang dihampari campuran medan gravitasi dan elektromagnet, menghasilkan peralihan dan pembalikan ruang, dan nuklirlemah bergiat sebagai pengubah wujud. Sedangkan pada pusingan 150.000 – 299.000 km/detik dihampari campuran elektromagnet dan nuklirlemah, menghasilkan bahan dasar tidak stabil.
    Pada pusingan 300.000 km/detik terjadi pembekuan waktu, ketika medan skalar dihampari listrik lemah, menghancurkan atom-atom menjadi zarah-zarah inti atom dan foton-foton cahaya, hasilnya keadaan ruang menjadi lembut. Kecepatan zarah-zarah inti sama dengan kecepatan medan skalar, sehingga pada ruang ini zarah-zarah menjadi kekal.
    Dari penjelasan di atas kita dapat menyimpulkan bahwa, hambatan gaya vektor terhadap medan skalar menghasilkan tiga dimensi wakturuang. (S. Anwar Effendie). Dengan kata lain, alamraya terdiri dari 3 dimensi ruangwaktu dan masing-masing dimensinya tersusun pula dalam 3 tingkat kekasaran ruang. Ditambah 1 ruang bayangan cermin dalam kesatuan khusus 3 dimensi, maka menjadi 10 dimensi ruang (ruang kasar = dimensi manusia, ruang halus = dimensi jin, ruang lembut = dimensi malaikat dan setan). Itu sesuai dengan buku panduan kosmologi (Alqur’an). Tetapi tafsir semacam ini dihindari para ilmuwan, sekalipun telah dibuktikan oleh mesin pemercepat zarah.
    Karena para ilmuwan kelompok Einstein berpegang pada tafsirannya terhadap penjelasan Riemann, sekaligus ditetapkan menjadi ketentuan yang dianggap benar. Maka teori ruang waktu mesih menjadi pegangan, sehingga penelitian menjadi tersendat.
    Mengingat dalam merumuskan teori ruang waktu, Einstein membung tetapan lambda kemudian menggabungkannya dengan alamraya de Sitter yang notabene merupakan gaya tolak kosmis Newton, Mungkinkah itu suatu penyesatan ilmu yang disengaja?

    • Filar Biru mengatakan:

      @Ajam

      Ass….

      Waw komen kamu hebat…hanya saja saya tidak mengerti heheheh

      kalau saya hitung2 kamu lebih hebat dari oom Einstein hihihih

      SALAM

    • kaisnet mengatakan:

      Alhamdulillah saya mendapat banyak pengetahuan dari Mas Ajam

      Mas Ajam mengatakan “waktu adalah gerakan”. akan saya renungkan kalimat itu.
      karena menurut saya waktu itu hanya dapat kita rasakan melalui alam pikiran atau akal kita.

      Terimakasih….

  7. Filar Biru mengatakan:

    @All

    Ya….bagi saya waktu adalah Quantum Misteri. Waktu itu tidak semudah yang kita pikirkan. Menurut para ahli fisika jaman modern ini. Waktu adalah sesuatu menempati ruang juga. Itu artinya setiap yang menempati ruang bisa maju mundur. padahal ajal manusia tidak bisa di maju dan di mundurkan, bagaimana neh?

  8. kaisnet mengatakan:

    yaaa kalau ajal siii ingat aja sama pesannya Kanjeng Nabi Muhammad Rasulullah s.a.w : “ Engkau memohon ajal yang sudah pasti ( tak dapat diubah ). Memohon jumlah hari yang sudah ditetapkan hitungannya, serta rejeki yang sudah dibagi-bagi yang tak dapat disegerakan sebelum tiba waktunya, dan tak dapat diundur sedikitpun dari waktu yang telah ditetapkan. Seandainya engkau memohon perlindungan kepada Allah Ta’ala dari siksa neraka atau siksa kubur, itu lebih baik dan lebih bagus “ (HR.Muslim)

    Tapiiii, kalau secara teori si ada dua cara untuk memundurkan ajal yaitu kita cari planet lain yang gravitasinya jauh lebih besar dari g atau kita bergerak terus dengan kecepatan v mendekati c
    memangnya bisa? memangnya kita bergerak menghindar dari malaikat maut apa? dan sebaliknya hehehe……….

    • Filar Biru mengatakan:

      @Kaisnet

      heheheh nggak ada yang bisa yang menghindar dari malaikat maut sekalipun itu sekaliber Nabi. apakah malaikat maut juga menghindar? lho?….

  9. kaisnet mengatakan:

    Yaaa, kita semua akan mati kecuali Allah SWT.

  10. DMHS mengatakan:

    Assalammualaikum,Isra miraj lewat pintu-pintu langit yakni wormhole,coba tengok posting saya Menyingkap Tempat Teleportasi dalam perjalanan isra miraj http://didikm.eu5.org/?p=241🙂

  11. DMHS mengatakan:

    Assalammualaikum kang lama kita nggak jumpa karna lagi menimbah ilmu permesinan ufo,Tolong di jelaskan dalam fisika http://deackenz.wordpress.com/2011/06/30/a-letter-from-a-friend-in-italy-05may11/ Yang bikin mesin propulsi ufo scala kecil adalah orang islam fisikawan malaysia pertama di dunia http://www.youtube.com/user/deackenz Kalau bisa di gambarkan diagram dan schematicnya dari you tube itu,biar teman-teman mengerti.Thanks🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: