Akibat Reaksi Fusi Inti Matahari

Matahari merupakan pusat dari peredaran planet-planet dalam tata surya menurut teori heliousentris yang dinyatakan oleh Capernicus dan didukung oleh Galileo Galilei dan berlaku sampai sekarang. Matahari merupakan bola gas yang sangat besar dengan diameter 109 kali diameter bumi yang kita tempati ini, sehingga perut matahari muat 1,3 juta bumi, bayangkan alangkah besarnya matahari ini jika dibandingkan dengan bumi.

Matahari berdiameter 1.390.000 km dan massanya sekitar 1,989 x 1030kg. temperature di inti matahari sekitaf 15.000.000o Celsius. Sedangkan dipermukaannya sekitar 6.000 o Celsius. Temperature pada inti matahari dihasilkan dari reaksi fusi matahari yaitu menggabungkan empat atom hydrogen menjadi satu atom helium. Reaksi fusi ini berjalan terus menerus dengan mengubah 700 ton atom hydrogen menjadi 695 ton atom helium setiap detiknya,dan ada sekitar 4 juta ton massa yang hilang menjadi energy, energy yang dihasilkan sekitar 3,86 x 10 33 watt.

Dengan adanya reaksi fusi yang terus menerus menyebabkan matahari kehilangan massa sekitar 1,5768 x 10 14 ton pertahunnya, bila usia matahari 4,5 milyart tahun maka ada sekitar 7,0956 x 10 23 ton yang telah lenyap menjadi energy atau sekitar 0,036% dari massa total matahari. Baca pos ini lebih lanjut

Sebutlah nama Allah jangan yang lain

Dalam penelitian laboratorium oleh 20 ahli kedokteran hewan, farmasi dan sains di Universitas Suriah telah membuktikan bahwa menyembelih hewan dengan menyebut asma Allah SWT yaitu dengan mengucapkan Bismillahirrohmanirrohiim dan Allahuakbar saat menyembelihnya maka dapat menstrerilisasi total terhadap tubuh dan membersihkan hewan sembelihan tadi dari darah dan kuman. Juru bicara tim tersebut yaitu Dr. Khalid Halawah mengatakan bahwa eksperimen laboratorium yang dilakukan selama 3 tahun dengan mengamati jaringan danging sembelihan dengan menggunakan mikroskup, didapatkan perbedaan Baca pos ini lebih lanjut

Detik-Detik Penciptaan Alam Semesta/Jagat Raya

Pada sepertiga pertama abad ke 20, para astronom mempertanyakan tentang sumber energy dalam planet dan mengusulkannya sebagai adanya proses terbalik nuklir fussion. Mereka menyebutnya sebagai nuclear fussion yaitu proses terjadi akibat fusi nukler unsure ringan untuk membentuk unsure yang lebih tinggi dalam ukuran nuklirnya.

Pada tahun 1957, empat orang astronom modern yaitu Margaret, Geoffrey Bur Bridge, M.William A-Fowler dan Fred Hoyle. Telah merampungkan pembuatan redaksi teori penciptaan beragam unsure nuklir di dalam bintang (synthesis of the element in star). Berdasarkan teori tersebut para Astronom Baca pos ini lebih lanjut

Pola Dasar Alam Semesta

Masalah besar terjadi di dunia fisika pada abad 19 yang hampir-hampir saja fisika mengalami kebuntuan yaitu munculnya fenomena pada radiasi benda hitam yang tidak dapat dipecahkan dengan konsep materi dan gelombang saat itu. Teori pada saat itu seakan mengatakan jika materi ya materi artinya fenomena yang terjadi pada materi , ya memang khasnya materi dan tidak pernah terjadi pada gelombang. Baca pos ini lebih lanjut

Peran Islam dalam Perkembangan Sains

Al-Qur’an bukan hanya menekankan pada belajar membaca, dan menulis tetapi juga mendorong manusia untuk menghilangkan berbagai pandangan yang memitiskan alam. Bahkan memerintahkan menusia untuk menyelidiki rahasia-rahasia alam juga sebagai landasan dan petunjuk hidup manusia. Dalam hal ini peran islam melalui Al-Qur’an terhadap perkembangan sains sangatlah besar. Baca pos ini lebih lanjut

mengapa Tuhan tidak bisa dilihat?

Seorang astronot dan seorang ahli bedah otak pernah berdiskusikan tentang agama, ahli bedah itu seorang Kristen dan seorang astronot orang yang tidak beragama. Sang astronotpun berkata: “Saya pergi keluar angkasa berkali-kali tapi tidak pernah melihat Tuhan dan Malaikat”. Mendengar perkataan seperti itu Sang ahli bedah otakpun berkata: “ Dan aku mengoperasi banyak otak cemerlang namun aku tidak pernah menemukan satu pikiranpun.” Katanya. Baca pos ini lebih lanjut

sumbangan teori relativitas untuk memahami Al-Qur’an

Kita tahu bahwa Teori Relativitas Einstein ada dua macam yaitu teori relativitas khusus dan teori relativitas umum. Berdasarkan teori relativitas khusus menunjukan bahwa kecepatan membuat waktu bersifat relative. Bila suatu benda bergerak dengan kecepatan mendekati kecepatan cahaya maka waktu akan mengalami pemoloran atau melambatnya waktu, fenomena ini disebut dengan delatasi waktu, sedangkan teori relativitas umum mempostulatkan bahwa gravitasi membuat waktu menjadi relative. Baca pos ini lebih lanjut

Pemberontakan pada Tuhan Pencipta Alam Semesta

Sains modern telah bergerak menuju deisme yaitu suatu faham yang beranggapan Tuhan berada jauh dari luar alam. Tuhan menciptakan alam dan sesudah alam diciptakan, Tuhan tidak memperhatikan dan memelihara alam lagi. Alam berjalan sesuai dengan peraturan-peraturan yang telah ditetapkan ketika proses penciptaannya. Peraturan-peraturan tersebut tidak berubah-ubah dan sangat sempurna. Tuhan diibaratkan dengan tukang yang mahir membuat jam, setelah jam itu selesai dibuat ia tidak membutuhkan si pembuatnya lagi. Jam itu berjalan sesuai dengan mekanisme yang telah tersusun dengan rapi. Faham deisme sepakat bahwa Tuhan Esa dan jauh dari alam, serta maha sempurna, sepakat bahwa Tuhan tidak melakukan interfensi pada alam lewat kekuatan supernatural. Tuhan tidak terlibat dengan pengaturan alam. Dia menciptakan alam dan memprogramkan perjalanannya, tetapi Dia tidak menghiraukan apa yang telah terjadi atau apa yang akan terjadi pada alam. Alam dibiarkan berjalan sendiri dan Tuhan hanya melihatnya dari kejauhan sampai alam ini rusak dengan sendirinya. Tuhan pensiun dari pekerjaannya dan tidak punya pekerjaan lagi. Baca pos ini lebih lanjut

ilmuwan muslim pertama peraih nobel

“Abdus Salam adalah seorang professor dari Pakistan yang merupakan Ilmuwan muslim pertama peraih Nobel. Abdus Salam lahir pada tanggal 29 Januari 1926 di Pakistan, Beliau meraih gelah Doctor of Phylosophy (Ph.D) dalam bidang fisika teori dari Universitas Cambrige, Inggris pada usia 26 tahun. Baca pos ini lebih lanjut

Tuhan adalah Tuhan, Hamba adalah Hamba

Keesaan Allah adalah prinsip yang paling mendasar dalam Islam. Konsep ini berimplikasi pada kesatuan ciptaan yakni keterhubungan bagian-bagian alam yang selanjutnya berimplikasi juga pada kesatuan pengetahuan. Keyakinan bahwa Allah adalah Esa (tauhid) bukan hanya menjadi keimanan yang menjadi dasar keyakinan umat islam kepada Allah SWT, namun juga merupakan kerangka pemikiran yang membangun integritas kebenaran. Keesaan Allah SWT. menunjukkan bahwa tidak ada sekutu baginya. Bukti-bukti keesaan Allah adalah bahwa sesungguhnya alam semesta itu satu (yang disebut kesatuan alamiah). Beberapa bagiannya lebih mulia dan lebih tinggi dari sebagian yang lain. Dalam keseluruhan alam terdapat manusia yang merupakan makhluk yang dapat berfikir, alam fisik adalah badan dan lahiriyahnya, sedangkan alam arwah adalah ruh dan bathinnya.seluruhnya tersusun dalam kesatuan. Oleh karena alam itu satu, maka Tuhan penciptanyapun adalah satu. Baca pos ini lebih lanjut

Kecepatan di atas Kecepatan Cahaya

Hasil penelitian yang akan mengejutkan dunia sains dan akan mendobrak hukum fisika yang telah mapan selama lebih dari 100 tahun yaitu dengan ditemukannya partikel yang bisa bergerak dengan kecepatan melebihi kecepatan cahaya. Penelitian yang dilakukan oleh para ilmuwan di Laboratotium Organisasi Eropa untuk Reset Nuklir (CERN) GeneVa, Swiss pada hari jum’at tanggal 23 September 2011 waktu setempat telah berhasil menguji kecepatan Neutrino yang keberadaan partikel ini memiliki kecepatan 20 per 1 juta di atas kecepatan cahaya, dengan diletus dari akselerator pengirim CERN Swiss menempuh waktu 60 nanodetik lebih dari pada detector penerima di INFN gua Gran Sasso Laboratori di Italia berjarak 730 Km hasil Laporan OPERA (Oscillation Project with Emulsion-tRacking Appaartus) yang didasarkan pada pengamatan lebih dari 15.000 momen neutrino. Baca pos ini lebih lanjut

Setelah Detik-Detik Penciptaan Alam Semesta

Setelah alam semesta berumur 100 detik dari ledakan besar (detik-detik penciptaan alam semesta) yang terjadi penurunan suhu dan mulailah terbentuk inti deuterium, terdiri dari 1 proton dan 1 neutron dan mulailah terbentuknya inti unsur ringan.
Tiga menit setelah ledakan besar, Inti deuterium bergabung dengan proton dan neutron lainnya membentuk inti helium yang terdiri dari 2 proton dan 2 neutron. Terbentuk pula inti unsure ringan lainnya seperti litium dan berilium. Sisa neutron luruh menjadi proton atau inti hydrogen. Foton ini masih berkeliaran sampai sekarang dengan suhu -275 derajat Celsius.

Beberapa jam setelah ledakan besar, produksi helium berhenti, begitu juga unsure-unsur lainnya sedangkan pemuaian terus berlanjut dan suhu terus menurun.
Beberapa ratus tahun setelah ledakan besar, Alam semesta cukup Baca pos ini lebih lanjut

Sembahlah Allah SWT, Tuhan Pencipta Alam Semesta

Segala sesuatu yang berpermulaan pastilah memerlukan penyebab, karena alam semesta berpermulaan maka alam semesta memerlukan penyebab atas keberadaannya. Dengan demikian alam semesta itu ada, sebab diciptakan. Alam semesta ini mustahil ada jika tidak diciptakan sebagai suatu sebab keberadaanya.
Teori relativitas Einstain yang memiliki pijakan ekspreimental telah menunjukkan bahwa keberadaan waktu berkaitan dengan materi dan ruang, dengan demikian waktu itu sendiri bersesuaian dengan materi dan ruang. Materi,ruang dan waktu terbentuk seiring dengan terciptanya alam semesta yang diciptakan. Dengan demikian sangat tidak mungkin jika yang menciptakan alam semesta berbentuk materi dalam ruang maupun terbatasi waktu karena ketiganya sebelumnya tidak ada. Sehingga tidak mungkin Sang Pencipta alam semesta ini berbentuk materi, tidak mungkin hidup terbatas dalam ruang dan sangat tidak mungkin terbatasi oleh waktu. Jika yang menciptakan alam semesta itu terbatasi oleh waktu maka Sang Penciptapun akan mengalami kematian, sangat mustahil jika Sang pencipta itu mati. Baca pos ini lebih lanjut

Mencari Kreteria Format Awal Bulan di Indonesia

T. Djamaluddin

Profesor Riset Astronomi Astrofisika, LAPAN
Anggota Badan Hisab Rukyat Kementerian Agama RI

Alhamdulillah, langkah maju dicapai dalam “Lokakarya Mencari Kriteria Format Awal Bulan di Indonesia” yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama RI di Hotel USSU, Cisarua, Bogor, 19 – 21 September 2011. Lokakarya dihadiri sekitar 40 orang ahli hisab-rukyat dari ormas-ormas Islam, perorangan, dan dari instansi terkait berhasil menyepakati penggunaan kriteria imkan rukyat. Direncanakan sesudah lokakarya yang bersifat teknis ini akan dilanjutkan dengan musyawarah bersama para ulama, Baca pos ini lebih lanjut

Ruang dan Waktu yang Dinamis

Ruang-Waktu mempengaruhi cara benda bergerak dan forsanya, sebaliknya ruang-waktu juga dipengaruhi oleh cara benda itu bergerak dan forsanya bekerja. Dengan demikian, ruang – waktu tidak hanya dipengaruhi juga mempengaruhi semua kejadian dalam alam semesta ini, artinya ruang-waktu sangat dinamis atau berubah. Perubahan itu disebut memuai atau mengembang. Berawal dari suatu waktu yang tak terhingga dimasa lalu dan akan berakhir pada suatu waktu yang tak terhingga di masa depan. Baca pos ini lebih lanjut

Al-Qur’an kitab suci yang terjaga

Kita sebagai umat muslim sangat paham bahwa Al-Qur’an turun kepada Rosulullah SAW dengan cara berangsur-angsur selama dalam kurun waktu dua puluh tahun dan mengiringi berbagai peristiwa, tidak sekaligus dalam bentuk satu paket kitab. Hal inilah yang sejak dulu sampai sekarang dipertanyakan oleh orang-orang kafir saat itu dan orang-orang yang memusuhi islam sampai sekarang ini, sebagaimana di sitir dalam Al-Qur’an surat Al-Furqaan ayat 32-33 yang artinya :” Dan orang-orang kafir berkata, mengapa Al_qur’an itu tidak diturunkan kepadanya sekaligus?” Demikianlah, agar Kami memperteguh hatimu (Muhammad) dengannya dan Kami membacakannya secara tartil (berangsur-angsur, perlahan dan benar). Dan mereka (orang-orang kafir itu) tidak datang kepadamu (membawa) sesuatu yang aneh, malainkan Kami datangkan kepadamu yang benar dan penjelasan yang paling baik.” Baca pos ini lebih lanjut

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.