mengapa Tuhan tidak bisa dilihat?

Seorang astronot dan seorang ahli bedah otak pernah berdiskusikan tentang agama, ahli bedah itu seorang Kristen dan seorang astronot orang yang tidak beragama. Sang astronotpun berkata: “Saya pergi keluar angkasa berkali-kali tapi tidak pernah melihat Tuhan dan Malaikat”. Mendengar perkataan seperti itu Sang ahli bedah otakpun berkata: “ Dan aku mengoperasi banyak otak cemerlang namun aku tidak pernah menemukan satu pikiranpun.” Katanya.

Dari perkataan sang ahli bedah otak itu menunjukkan bahwa bukan berarti pikiran itu tidak ada walaupun setiap waktu manusia menggunakan pikirannya tetapi tak pernah selkalipun kita melihat wujud dari pikiran itu sendiri, pikiran bukanlah materi yang terlihat. Andaikata pikiran adalah materi maka pikiran itu bisa dipecah-pecah menjadi bagian-bagian yang paling kecil seperti layaknya benda atau zat. Pisau yang bagaimana yang dapat memecah pikiran kita ? gak ada tentunya.
begitu juga dengan perkataan sang astronot itu tidak membuktikan kalau Tuhan dan Malaikat tidak ada melainkan tidak terlihat karena bukan materi. Sejauh apapun Astronot menjelajahi ruang angkasa pasti tidak akan pernah menemukan malaikat apalagi Tuhan.

Sekarang bagaimana sains memahami ini?

Dalam dunia fisika kita mengenal adanya dimensi ekstra, menurut fisika partikel setidaknya ada sepuluh dimensi ruang dan demensi waktu yang ada dalam penciptaan alam semesta. Jika ruang yang kita tempati ini adalah ruang material tempat planet-planet dan galaksi-galaksi, maka dimensi diluar dimensi kita adalah ruang immaterial.

Tiga dimensi ruang dan waktu yang kita tempati saat ini, sehingga kita bisa melihat benda-benda yang berada di dimensi kita. Sedangkan enam dimensi lainnya ada di alam semesta sebagai dimensi yang sangat kompak yang membungkus dimensi kita.
Ruang 3 dimensi dibungkus oleh ruang 4 dimensi anggap saja ini adalah lapisan pertama
Ruang 4 dimensi dibungkus oleh ruang 5 dimensi anggap saja ini adalah lapisan kedua
Ruang 5 dimensi dibungkus oleh ruang 6 dimensi anggap saja ini adalah lapisan ketiga
Ruang 6 dimensi dibungkus oleh ruang 7 dimensi anggap saja ini adalah lapisan keempat
Ruang 7 dimensi dibungkus oleh ruang 8 dimensi anggap saja ini adalah lapisan kelima
Ruang 8 dimensi dibungkus oleh ruang 9 dimensi anggap saja ini adalah lapisan keenam
Ruang 9 dimensi dibungkus oleh ruang 10 dimensi anggap saja ini adalah lapisan ketujuh

Makhluk di ruang dimensi 3 tidak akan bisa melihat makhluk yang ada di ruang dimensi 4, tetapi ini tidak berlaku sebaliknya, sedangkan makhluk di ruang dimensi 4 bisa melihat makhluk di ruang dimensi 3, begitu seterusnya, yang pada dasarnya makhluk disuatu dimensi tidak akan mampu melihat makhluk yang berada di dimensi yang lebih tinggi, sedangkan makhluk di dimensi yang lebih tinggi akan mampu melihat makhluk yang berada didimensi lebih rendah, dengan demikian misalnya ada makhluk di ruang dimensi 5 maka dia bisa melihat makhluk di ruang dimensi 4 dan 3. Dan seterusnya.

Untuk mempermudah memahaminya dapat saya uraikan seperti ini:

Bayangkan kita sebagai pengamat alam semesta yang didalamnya hanya berisi dua dimensi ruang (katakanlah x dan y),sehingga perlu satu dimensi lagi (katakanlah z) dari pada makhluk-makhluk yang hidup didalamnya di dua alam dimensional ini.
Katakanlah Budi memandang Ali, maka Budi hanya melihat satu sisi Ali dalam satu waktu (bagian depan, bagian belakang, samping kiri ataukah samping kanan) tergantung dimana posisi Budi, yang bentuknya hanya bidang, Budi tidak akan mampu melihat Ali secara utuh dalam satu waktu. Untuk mengetahui Ali secara utuh maka Budi harus mengelilingi Tubuh Ali, sehingga gambaran tubuh Ali secara utuh hanya ada pada pikiran Budi.
Meskipun demikian sebagai pengamat, dari dunia tiga dimensional kita bisa melihat Budi dan Ali secara keseluruhan.
Andai Budi atau Ali bersembunyi di dalam kamar, maka kita sebagai pengamat masih bisa melihatnya karena dinding temboknya tidak meluas ke dimensi kita, tetapi mereka tidak bisa melihat kita sebagai pengamat.
Dengan memahami tentang ruang dimensional ini, kita bisa memahami mengapa malaikat dan Tuhan tidak bisa kita lihat.

Mengapa Tuhan tidak bisa kita lihat ????

Allah SWT. Berfirman:
Dan tatkala Musa datang untuk pada waktu yang telah Kami tentukan dan Tuhan telah berfirman kepadanya, berkatalah Musa, Yaa Tuhanku, tampakkanlah kepadaku agar aku melihat kepada Engkau, Tuhan berfirman , kamu sekali-kali tidak sanggup melihatku, tapi lihatlah kebukit itu maka jika ia tetap ditempatnya niscaya kamu dapat melihatKu. Tatkala Tuhannya menampakkan diri kepada gunung itu, dijadikanNya gunung itu hancur luluh dan Musapun jatuh pingsan. Maka setelah Musa sadar kembali dia berkata: Maha suci Engkau, aku bertaubat kepada Engkau dan aku orang yang pertama-tama beriman. (Qs. Al-A’raaf: 143)

Jika kita percaya dan menyakini bahwa alam semesta ini adalah ciptaan Tuhan bukan lahir dari keabadian, maka kesepuluh dimensi yang membentuk alam semesta dijalankan oleh Tuhan. Karena Dia yang telah menciptakan Dimensi ruang dan dimensi waktu di alam semesta ini.

Kita yang berada di ruang dimensi 3 dan waktu, tidak akan mampu melihat segala sesuatu yang berada di ruang dimensi 4 sampai dengan 10 kecuali jika ada makhluk dari dimensi lain yang masuk ke dalam dimensi kita. Apalagi melihat yang menjalankan dan menciptakan dimensi-dimensi ruang dan waktu tersebut yaitu Tuhan. Tuhan tidak butuh dimensi untuk memempatkan dimana diriNya karena Dia ada sebelum dimensi ruang dan waktu tercipta dan Tuhan Kuasa untuk melihat seluruh makhluknya tanpa terkecuali.
Dalam surat Al-An’aam ayat 103 Allah SWT. Berfirman “ Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, sedangkan Dia dapat melihat segala yang kelihatan dan Dia yang Maha halus lagi maha mengetahui.”

Bagaimana dengan malaikat ??

Malaikat tidak bisa kita lihat karena Mereka berdimensi lebih tinggi dari pada kita, walaupun kita tidak tahu persis di dimensi berapakah Mereka.

Disebutkan dalam sebuah hadits, daripada Abu Hurairah rodhiyallahu ‘anhu, katanya: Rasulullah shollaLlahu ‘alaihi wasalam bersabda: “Sesungguhnya Allah itu mempunyai malaikat yang menyebar di jalan untuk mencari kumpulan orang-orang yang ahli berzikir. Jikalau mereka menemukan sekelompok kaum yang berzikir kepada Allah, lalu mereka berseru: “Marilah, di sini dapat terpenuhi hajatmu semua.” Mereka itu mengebas-ngebas sayap-sayap mereka sehingga datang di langit dunia.”

Pada saat kita berzdikir bersama-sama dalam suatu majlis zdikir pernahkah kita bersenggolan dengan para malaikat ?, atau bertemu dengannya dijalan saat kita berangkat ke majlis zdikir? Padahal kita yakin bahwa malaikat hadir disitu.

About these ads

87 Responses to mengapa Tuhan tidak bisa dilihat?

  1. Samaranji mengatakan:

    Assalamu’alaikum,,,

    cihuy pertamaxx,,, ijin baca n ngesave dulu.
    duh kayaknya pembahasan berat neh.

    Boleh tahu ga nama asli Mas Kaisnet ? (mo manggil pak, ko kayaknya canggung ya)
    Maaf mas, pertanyaan iseng, kalo dirasa ga penting ya lupain aja. Semoga mas kaisnet dalam keadaan sehat, dan senantiasa dalam lindungan dan rahmat Allah Azza Wa Jalla, amin.

  2. abu hanan mengatakan:

    alhamdulillah

  3. Filar Biru mengatakan:

    Yang namanya sifat dan pikiran emang nggak bisa di lihat d dunia ini. Namun bisa kita rasakan. Akan tetapi Allah dan Malaikat suatu saat nanti bisa kita lihat.

    Akan tetapi bagaimana sifat dan pikiran keduanya juga bisa kita lihat nanti di akhirat. Semua yang tidak bisa kita lihat akan bisa kita lihat apa bila tiba saatnya, seperti amal perbuatan kita juga bisa kita lihat di alam kubur.

    SALAM

  4. ajam mengatakan:

    Qur’an menyatakan bahwa Alloh adalah Zat sempurna tanpa wujud (gaib), artinya Alloh itu ada tetapi kosong tanpa jasad kasar seperti manusia-hewan, jasad halus seperti jin, jasad lembut seperti setan dan malaikat, namun Alloh hadir dengan moral sempurna.
    Sebenarnya Alloh kuasa berbuat segala sesuatu, termasuk muncul dalam wujud. Tetapi Alloh tidak punya keinginan untuk itu, sebab sudah tidak punya ambisi pamrih samasekali. Alloh itu Zat mahasuci dari segala kekotoran rasa syahwat-angkara-pamrih-ambisi. Sebab keempat rasa itu hanya dimiliki jasad yang punya rasa.
    Alloh menciptakan Alam dan segala isinya diberitakan dalam surat Annisa ayat 1. Pada frase-pertama kalimat kesatu mengatakan, hai manusia, taqwa kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri. Kata kamu pada frase itu adalah alam dan segala isinya, sebab itu adalah penjabaran dari alif-laam-miim pada Albaqoroh dan Alimron. Artinya, kamu (Alam dan segala isinya termasuk manusia) diciptakan dari diri Alloh sendiri.
    Mungkin Anda bertanya, kenapa menafsirkan demikian, padahal para ulama menafsirkan Annisaa 1 adalah cara Alloh menciptakan Adam, lalu dari tulang rusuk Adam Alloh menciptakan Siti Hawa isterinya. Memang para ulama menyatakan bahwa Adam adalah manusia pertama, sehingga seluruh manusia di Bumi merupakan keturunannya. Tetapi jika anda kaji protes bangsa malaikat dan iblis ketika Tuhan (Hukum ) hendak mengangkat Adam menjadi pemimpin (kholifah) di Bumi seperti yang diberitakan dalam Albaqoroh 30 merupakan bukti, pengamatan malaikat melalui kemanunggalan telanjang (naked singularity) itu, bahwa manusia di Bumi merupakan makhluk biadab yang suka merusak lingkungan dan saling berbunuhan. Padahal waktu itu Adam masih tinggal di Syurga. Artinya sebelum Adam turun ke Bumi, di Bumi sudah banyak manusia, dan Adam diangkat Tuhan sebagai pemimpin untuk mengubah perilaku biadab manusia hasil evolusi Bumi.
    Menurut penelitian ilmu, alamfana yang kita tinggali adalah lubang hitam, hipotesis sensor langit Roger Penrose menyebutkan, pusingan maksimum lubanghitam bergerak dalam kecepatan cahaya sehingga memiliki ufuk peristiwa (even horizon), tetapi bila ada tenaga tambahan yang meningkatkan pusingannya lebih jauh, ufuk peristiwa itu akan lenyap. Kepesatan pusingan akan meningkat. Dengan lenyapnya ufuk peristiwa, informasi dapat lepas, dan semua kemanunggalan yang tertutup ufuk peristiwa jadi terlihat dari alam luar.
    Sementara Paul Dirac menyatakan, pusingan ruang bayangan cermin (alam ruh) yang memisahkan alamsurga dan alamfana minimal 2 mc² (dua kali kecepatan cahaya). Karena itu ketika Rosul Muhammad isro’, dari alam malaikat dapat menyaksikan panorama syurga, dan penghuni ruang lembut syurga juga akan dapat melihat kehidupan di Bumi.
    Alloh itu akal tanpa wujud. Sebelum penciptaan makhluk (alam dan segala isinya), Alloh hadir dalam wujud paripurna dengan kelengkapan akal (negatif) rasa (nol) dan jasad (positif) dalam kesatuan khusus 3 dimensi alif-laam-miim. Dia hadir seorang diri, tidak ada apaun yang menemani.
    Menurut pertimbangan akalnya, kehadiran menyendiri itu sia-sia, tidak berguna samasekali. Sebab tidak memberi manfaat apun dan kepada siapaun. Kehadirannya hanya berguna jika member manfaat kepada orang lain, dan kehadiran orang lain pun member manfaat kepada sesamanya. Itulah dasar pertimbangan Alloh dalam merencanakan (berkehendak) menciptakan peradaban makhluk. Untuk menciptakan makhluk memerlukan bahan, tetapi bahan itu tidak ada, kecuali jasadnya sendiri.
    Maka Alloh memusatkan diri pada akalnya untuk menciptakan bahan, caranya dengan mengubah jasad sendiri ke dalam bentuk tenaga-negatif keadaan negatif pusingan jenuh. Lalu dibuang ke alambarzah sebagai bahan. Poses pembuangan bahan itu membangun hukum (Tuhan) yang jadi pemisah (furkon) antara alam Alloh (akal, negatif) dan alam bahan (rasa-jasad, positif). Artinya , proses pembuangan jasad Alloh telah membangun hukum pasangan saling mengekalkan antara Akal (Zat Mahahidup) dan rasa-jasad (massa-gravitasi) sebagai isterinya (pasangannya). Karena jasadnya telah dibuang, Alloh sebagi akal-penghidup lenyap dalam kehampaan ruang ke 100, jadi Maharuh yang antirasa-antijasad atau tanpa wujud sebagai moral pengasih-penyayang. Karena itu, dalam menyusun Qur’An, Rosul Muhammad mengawali dengan menyebut nama Alloh yang pengasih tanpa pamrih dan penyayang tanpa ambekan (bismillaahir rohmaanir rohiim).

  5. jelasnggak mengatakan:

    Dengan penjelasan dimensi ini kita bisa berpikir…

    Bahwa Tuh@n bisa menjelma menjadi manusia (YESUS) …. dan juga Rohul Kudus….

    Satu Tuh@n yang berkepribadian 3 : Tuh@n , Yesus, Roh Kudus.

    Ketiga-tiga-NYA adalah satu karena mereka berasal dari dimensi yang lebih tinggi.
    Tuh@n bisa berada di tempat yang berbeda dan dalam bentuk yang berbeda dalam waktu yang sama
    Karena Ia berasal dari dimensi yang lebih tinggi.

    Makasih penjelasan dimensi ini.

    Biar si roy rey jadi ngerti.
    :lol:

    salam.

    • Filar Biru mengatakan:

      @Jejel

      Alaaaa…Jel…jel…

      tampak sekali engkau menjadi dungu….aku menjadi malu…mau engkau apakan tuhanmu itu dengan caramu itu hakmu.

      Mau tiga,… mau lima, mau seratus apa peduli kami? ingat tuhanmu suka madu ama roti, itu menandakan dia adalah materi.

      mau jadi demit, hantu atau roh gentayangan tuhanmu itu, emangnya kami pikirin?
      engkau emang menyedihkan sekaligus memalukan.

      Saranku lebih baik engkau baca dulu alkitabmu resapi apa yang di katakan Yesus dan resapi juga apa yang di katakan paulus dari turki antek romawi bermuka tiga !!!

      Setelah engkau mendapatkan perbedaannya, baru engkau undang aku ke blogmu, ngerti?

      • kaisnet mengatakan:

        @ Mas Filar
        Iyaa mas, susah orang ini untuk membinanya. kalau Tuhannya itu materi dan jelas materi dalam teori fisika kalau bertemu dengan anti meterinya pasti akan musnah itu Tuhannya, apa nggak menyesal dia berTuhan padaNya, yaaaa? he, he, heeeeeee.

      • jelasnggak mengatakan:

        @kaisnet …

        Memangnya kamu sudah pernah membuktikan sendiri kalau Tuh@n ku itu materi .?

      • kaisnet mengatakan:

        Penejelasannya Mas Filar sudah cukup, aku gak perlu njuuawab lagi, tinggal Anda yang merenungkanya okeeeeee.

      • jelasnggak mengatakan:

        Loh..?
        Penjelasan dari filar yang mana yang menjawab pertanyaan saya itu ?

        Pertanyaan saya : bagaimana kamu bisa tahu kalau Tuh@n saya itu benar-benar materi ?

  6. kaisnet mengatakan:

    He he heeeee mampir juga yaaaaa

    Itu sieee terserah Tuhan Anda, Kenyataanya Tuhan Anda butuh ruang dan waktu, artinya Tuhan Anda itu materi, Kalau Materi itu bukan Tuhan namanya.

    Salam

    • jelasnggak mengatakan:

      Memangnya Tuh@N ngga bisa jadi materi…………..?
      Yang menciptakan materi siapa ? Tuh@n kan ?

      Kalau awloh anda tentu tidak bisa jadi materi..(saya tahu itu)

      • kaisnet mengatakan:

        Oooooo tentu, Tuhan saya bukan materi. kalau Tuhan saya materi jika ketemu dengan anti materinya nanti Tuhan akan lenyap doooonk. makanya Tuhan saya itu kekal adanya dan tak pernah menyerupai mahkluknya karena Dia bukan materi.

      • jelasnggak mengatakan:

        Sayangnya “bukan materi” itu juga “materi”

        Yang pastilah ada “anti materi”-nya

    • jelasnggak mengatakan:

      Kirain pinter

      • kaisnet mengatakan:

        Tuhan saya ngak pernah jadi materi Bro, kalau Tuhan Anda bukan hanya bisa jadi materi tetapi Tuhan Anda itu betul-betul materi, karena Tuhan Anda berada di dimensi yang tertinggi, artinya Tuhan Anda Butuh ruang dan waktu, Tuhan Anda tidak akan ada jika gak ada ruang dan waktu.

        kalau tuhan saya yaaa yang menciptakan ruang dan waktu karena Tuhan saya ada sebelum adanya ruang dan waktu artinya Tuhan saya gak butuh ruang dan waktu berarti Tuhan saya bukan materi.

      • jelasnggak mengatakan:

        awlohmu memang terbatas kemampuannya (saya tahu itu) sehingga dia ngga bisa jadi materi (dan sekaligus jadi non materi secara berasamaan).

        Karena memiliki kelemahan itu (yaitu tidak bisa menjadi materi dan non materi sekaligus) membuktikan owlohmu itu tidak maha kuasa.

        Kalau tidak maha kuasa.. artinya tetap membutuhkan ruang dan waktu.

        Gitu dong mikirnya.

        (kirain pinter)

      • kaisnet mengatakan:

        Terserah Anda mau bilang apa, karena Anda cuma membalik logika dan fakta aja okeeeee.

      • Filar Biru mengatakan:

        @Jejel

        awlohmu memang terbatas kemampuannya (saya tahu itu) sehingga dia ngga bisa jadi materi (dan sekaligus jadi non materi secara berasamaan).

        kalau ngomong yang jelas Jel jangan cedel kek gitu. Apakah seorang presiden kalau mau menyuruh gubernur harus menjadi gurbernur dulu?

        Karena memiliki kelemahan itu (yaitu tidak bisa menjadi materi dan non materi sekaligus) membuktikan owlohmu itu tidak maha kuasa.

        Apakah sebuah keharusan bagi Allah untuk menjadi ini dan itu untuk membuktikan kemahakusaanNya?

        Kalau tidak maha kuasa.. artinya tetap membutuhkan ruang dan waktu.

        Mampukah engkau membuktikannya bahwa Tuhanku membutuhkan ruang dan waktu? seperti tuhanmu yang doyan roti sama madu?

      • kaisnet mengatakan:

        @ Mas Filar
        terima kasih, Logika yang Bagus Mas.

        @ Jejel
        Sudahlah Jel saatnya Anda merenungkan kembali Tuhan Anda dengan hati yang tenang, fikiran yang bersih dan tidak penuh emosi.
        Biar yang nggak jelas menjadi jelas. Ok.

      • jelasnggak mengatakan:

        kalau ngomong yang jelas Jel jangan cedel kek gitu. Apakah seorang presiden kalau mau menyuruh gubernur harus menjadi gurbernur dulu?

        @FIlar.

        Itulah makanya kamu “tertinggal”

        Kamu pelajari dulu apa itu yg namanya kehendak bebas manusia.

        **Hebat banget TUh@n kau analogikan dengan presiden (Manusia)**

        Apakah sebuah keharusan bagi Allah untuk menjadi ini dan itu untuk membuktikan kemahakusaanNya?

        Ha ha .

        Ya iyalah.

        Bagaimana saya percaya bahwa yang mengaku Tuh@n itu benar-benar Tuh@n. Jika dia tidak maha kuasa.

        Owloh mu juga ngaku-ngaku maha kuasa tapi ngga bisa membuktikan.

        (jangan-jangan itu owloh ciptaan muhammad saja)

        Mampukah engkau membuktikannya bahwa Tuhanku membutuhkan ruang dan waktu? seperti tuhanmu yang doyan roti sama madu?

        Buktinya ?

        Awlohmu tidak bisa menjadi ini dan itu …itu Membuktikan owlohmu itu adalah sesuatu yang memiliki KETERBATAS-an.
        jika terbatas .. maka owlohmu masih membutuhkan ruang dan waktu..

        (ngga nyimak yaa ? kan sudah saya jelaskan di atas.. kok bertanya pertanyaan yang baru saja dijawab ? )

        ->pokok pikiran lawab bicara-mu saja kau tidak bisa menangkap…bagaimana mau debat.. ntar yg baca malah ketawa dehh..

      • jelasnggak mengatakan:

        @kaisnet

        @kasinet berkata : Terserah Anda mau bilang apa, karena Anda cuma membalik logika dan fakta aja okeeeee.

        Ya sama dengan kau kaisnet.

        Bedanya ..

        Logika saya lebih bisa diterima daripada logikamu.

        Logika saya :

        -Jika Tuh@n maha kuasa maka TUh@n BISA menjadi apa saja.

        Logika mu (arab) :

        -Jika Tuh@n maha kuasa maka Tuh@n NGGA BISA jadi apa saja.

        .
        .

        logika Saya :
        – Untuk membuktikan kepada manusia bahwa Tuh@N adalah Tuh@n yang beneran, maka Dia datang ke dunia menjadi manusia dan sekaligus juga menjadi Tuh@n pada saat yang bersamaan (karena DIa berasal dari dimensi yang lebih tinggi sehingga ruang dan waktu tidak berpengaruh terhadapNYA)

        Logika kamu (arab) :
        – Untuk membuktikan kepada manusia bahwa TUh@n adalah Tuh@n yang beneran,.. maka TuH@n harus ngga ngapa-ngapa-in.. tinggal diam di surga dan ongkang-ongkang kaki saja..

        Pertanyaannya :
        -bagaimana saya bisa yakin bahwa TUh@n yang saya sembah itu benar ?
        Tentu salah satu jawabnya, saya bisa yakin Tuhan yang saya sembah itu benar karena Tuh@n itu maha kuasa!

        pertanyaan lanjutan : Apa buktinya Dia maha kuasa ?
        Jawabnya : Buktinya, Dia bisa menjadi rupa apa saja dan tak terbatas ruang dan waktu.

        Gitu mikirnya. *yg pinter*

  7. kaisnet mengatakan:

    @ Jejel

    Baiklah Bro saya jelaskan

    Dalam artikel saya katakan bahwa Tuhan Tidak membutuhkan dimensi dalam menempatkan diriNya. mengapa demikian?, karena Tuhan ada sebelum dimensi-dimensi di alam semesta ini ada, dan hanya Tuhan yang mengadakannya dari ketiadaan. Ini menunjukkan bahwa Tuhan Maha Kuasa.

    Sedangkan Anda mengatakan dalam komen anda yang pertama, bahwa Tuhan Anda berada didimensi tertinggi, walaupun didimensi tertinggi, tetap saja Tuhan Anda berdimensi artinya Tuhan Anda membutuhkan dimensi, fakta ini benar menurut Anda karena Tuhan Anda yang bernama Yesus hidup di dimensi Tiga plus waktu, sama dengan kita iya kaaaan? Artinya Yesus Tuhan Anda dalam hidupnya ternyata butuh ruang dan waktu, dan sangat bergantung dengan ruang dan waktu artinya Tuhan Anda tidak maha kuasa karena Dia hidup didimensi tertentu, seperti Yesus terbatas di dimensi tiga dalam satu waktu dan lainya didimensi tertinggi (kata Anda),mungkin hanya Anda yang tahu didimensi berapa mereka.

    Yesus jelas materi karena menempati ruang dan waktu artinya Yesus itu kelihatan kan Bro, walau selama hidup saya, saya tidak pernah bertemu dengan Yesus, ini cukup untuk mengatakan bahwa Yesus yang Anda anggap Tuhan adalah materi, dia butuh ruang untuk tidur dll seperti halnya kita.

    Kalau Anda mengatakan kemaha kuasaan harus dibuktikan dengan bisa menjadi ini dan itu….., yaaaa itu untuk Tuhan Anda.

    Terima kasih, ternyata Anda rajin mengunjungi saya.

    salam

    • jelasnggak mengatakan:

      Yesus jelas materi karena menempati ruang dan waktu artinya Yesus itu kelihatan kan Bro, walau selama hidup saya, saya tidak pernah bertemu dengan Yesus, ini cukup untuk mengatakan bahwa Yesus yang Anda anggap Tuhan adalah materi, dia butuh ruang untuk tidur dll seperti halnya kita.

      Kalau yang kelihatan itu dikatakan BUKAN TUh@n..
      Berarti yang tidak kelihatan itu Tuh@N ………

      Bukankah begitu ?

      Kalau yang materi itu dikatakan bukan Tuh@n…
      berarti yang non-materi itu pasti Tuh#n…

      Maka-nya saya tanya..: bagaimana kita bisa yakin bahwa TUh@n yang kita sembah itu benar-benar TUh@N…?

      Malaikat-pun dikatakan sebagai mahluk NON-MATERIAL…
      beradasar logika mu (arab).. yang non-material itulah TUh@n…

      • kaisnet mengatakan:

        @ Mas Jejel

        Setiap yang tercipta pastilah materi bro.

        Jika Anda mengatakan Malaikat adalah mahluk NON MATERIAL itu karena MALAIKAT cenderung tidak bisa dilihat.

        Anda harus bisa membedakan Antara meteri dan MATERIAL.

        Malaikat adalah materi (jangan salah MATERIAL) kenapa? Karena Dia diciptakan oleh Allah SWT dari NUR atau cahaya.

        Jika Anda belajar fisika teori Bro, maka Anda akan memahami bahwa cahaya adalah materi, teori ini sudah tidak terbantahkan lagi (masa Anda membantahnya) sehingga teori ini menjadi landasan dalam perkembangan sains modern saat ini.

        Atau jika Anda berkenan, Anda bisa mempelajarinya pada MEKANIKA KUANTUM

        Karena cahaya adalah meteri maka malaikat adalah materi juga, seperti halnya tanah adalah materi maka manusia adalah materi juga.

        Terima kasih Anda masih berkenan menyambangi saya

        SALAM

      • jelasnggak mengatakan:

        Kaisnet
        Kamu berkata : “Semua yang terlihat dan tercipta itu materi, dan semua yang ber-materi itu bukan Tuh@n”

        Saya ajarin kau mikir yang benar (jangan seperti si filar :lol: )

        http://quran.com/28/30

        Maka tatkala Musa sampai ke (tempat) api itu, diserulah dia dari (arah) pinggir lembah yang sebelah kanan(nya) pada tempat yang diberkahi, dari sebatang pohon kayu, yaitu: “Ya Musa, sesungguhnya aku adalah Allah, Tuhan semesta alam.

        TERNYATA awloh mulim terlihat menjadi materi (api/kayu).

        Saya tanya (harap jawab BISA atau TIDAK BISA lalu sertai alasannya jika bisa kenapa jika tidakbisa juga sebutkan alasannya) :

        ***bisakah Tuh@n (karena Dia maha kuasa) membuat diriNYA sendiri terlihat sebagai materi ? ***

  8. Filar Biru mengatakan:

    @ Kaisnet

    mengenai URL yang salah masuk saya minta maaf, kamu boleh mengeditnya di adm wordpress. dan memasukan kembali URL bolg saya.

    saya kemaren waktu koment di warnet, jadi salah masukan URL. pas waktu mau mengetik dan memasukan url salah copy, ternyata yang saya kopy kepunyaan wedul Hahahahah.

    SALAM

  9. Filar Biru mengatakan:

    @Jel

    Sebenarnya Allah, Tuhan Yang Maha Kuasa bisa saja berbuat apa maunya, Dia tidak menjadi ini dan itu di sebabkan prediket yang lainnya yang di sandangNya yakni Maha Suci.

    Pada posisiNya yang sekarang ini yakni Zat Yang Maha Suci dan dari dahulu sampai kapanpun Dia tidak akan mengubah wujudnya menjadi tidak Maha Suci, karena hal itu juga bertentangan dan ZatNya yang Mahas Esa.

    Allah adalah Zat Maha Tunggal, Allah adalah Zat Penguasa Alam Semesta, Allah adalah Tuhan Seluruh Alam Semesta, baik diriNya (Allah) maupun lafazNya (Allah) tidak bisa di gantikan dengan etimologi bahasa apapun di planet ini, seumpama: Tuhan, God, Yahwe, Elehom, Gusti, Theos.

    LafazNya saja tidak bisa di gantikan dengan apapun apa lagi ZatNya. Oleh sebab itu di dlm pemahaman islam Kedudukan Allah tidak bisa di ganti dengan Kedudukan apapun, menjadi apapun, menjelma menjadi ini dan itu.

    Ada 99 nama Allah di dalam Islam (Al Quran), segala konsekwensi nama yang melekat padaNya tidak atau mustahil di langgarNya. Salah satu Namanya adalah Al Ahad, itu artinya tidak mungkin Dia menjadi ini dan itu.

    Setiap Nama2 itu tidak boleh membentur dengan gelar atau nama yang lain. Nah…di sebabkan KEMAHAAN-NYA LAH maka Allah tidak perlu ini dan itu.

    Allah Maha Kaya jadi Allah tidak perlu uang dan harta sebab milikNya timur dan barat, langit dan bumi dan di antara keduanya.

    Apa yang di sandang oleh Allah dengan gelar Maha Kaya (Al Ghani) itu juga akan kita rasakan di dalam kehidupan ini.

    Orang yang sangat kaya seperti Bil Gate, dia tidak akan memandang proyek ratusan ribu rupiah, bahkan tertarikpun tidak!

    Allah Maha Kuasa artinya sangat luas, Dia tidak butuh dirimu untuk menciptakan dunia ini.

    Nah…apa bila di nisbatkan kepada Maha Pengampun (al Ghafur), maka Allah tidak perlu menjadi manusia untuk menembus dosamu.

    Dalam konteks kristen, Sistem Penebusan Dosa yang kalian gadang-gadangkan hanyalah sebuah Penghinaan terhadap apa yang Allah sandang tersebut.

    Ketidakmampuan kalian di dalam menerimah konsep Allah Maha Pengampun telah membawah kalian kepada jurang kehancuran dan kesesatan yang teramat jauh.

    Di dalam kehidupan beragama, hanya agama kalian yang begitu menjunjung tinggi doktrin Penebusan Dosa. Akibat dari perbuatan kalian ini, kalian telah mengesampingkan dogma-dogma agama yang ada pada agama kalian. Seperti di larang mencuri, berzina, minuman keras, dll.

    Kalian merasa aman dengan sistem yang ada sekarang. Sungguh kalian telah melakukan hal yang sangat menyeramkan, seakan-akan NERAKAPUN TAK SUDI MENERIMAH KALIAN!!!

    • jelasnggak mengatakan:

      @Filar

      satu saja yah yg saya respon (malas ngomong sama otak arab)

      filar berkata:
      Sebenarnya Allah, Tuhan Yang Maha Kuasa bisa saja berbuat apa maunya, Dia tidak menjadi ini dan itu di sebabkan prediket yang lainnya yang di sandangNya yakni Maha Suci.

      >> Memangnya Tuh@n bisa menjadi tidak suci gara-gara dia menjadi ini dan itu ?

      siapa kamu sehingga bisa mengetahui bahwa TuH@n bisa menjadi tidak suci lagi kalau DIA menjadi ini dan itu ?

      mikir.. mikir

      • Filar Biru mengatakan:

        @Jejel

        Memangnya Tuh@n bisa menjadi tidak suci gara-gara dia menjadi ini dan itu ?

        Sudah jelas kesucianNya ternodah kalau Dia menjadi manusia, sebab tidak menjadi manusiapun, Allah bisa berbuat apa saja, apalagi sekedar mengampuni manusia seluruhnya di bumi.

        Lagian tidak ada kapasitasnya Allah menjadi manusia, yang jelas2 mahkluk hina di mataNya, kutanya padamu asalmu dari apa? Nah…kalau asalmu engkau sudah mengetahui tidak pantas kedudukan Tuhanmu engkau samakan dengan dirimu

        siapa kamu sehingga bisa mengetahui bahwa TuH@n bisa menjadi tidak suci lagi kalau DIA menjadi ini dan itu ?

        Makanya baca apa yang saya counter di atas jangan bermenung aja. BUKANKAN GELARNYA DAN NAMANYA ADALAH AL AHAD, itu artinya Dia tidak mungkin menjadi ini dan itu.

        Al Quddus juga GelarNya, bagaimana mungkin dengan gelarNya ini Dia mau menjadi manusia?

        Siapa Aku? Aku hanya seorang Hamba Allah saja.

        Dari mana aku mengetahui itu semua? Tentu saja dari KitabNya Al Quran, emangnya aku mengutip alkitab? Mana ada di Alkitab yang seperti ini.

        Nah…oleh sebab itu sudah dari dahulu aku katakan padamu untuk mau dan ihklas membaca2 Al Quran, mana tahu kamu bisa menjadi manusia yang sangat sayang pada Rasulullah SAW yang tak pernah engkau alami sebelumnya. Percayalah padaku engkau akan menemui kebahagiaan sejati di dunia dan di akhirat. Kalau memang syurga yang engkau idam-idamkan percayalah Allah akan mewariskannya padamu, Dia tidak akan menyia-nyiakan kamu. Kukatakan hal sebenarnya ini padamu agar kamu tidak menyesal di akhirat kelak.

        Bahkan harta dunia ini saja engkau tidak mau apabila iman pd Allah dan RasulNya sudah melekat.
        Monggo Mas mumpung jiwamu masih di badan dan belum di dekatin oleh malaikat maut

      • jelasnggak mengatakan:

        @filar

        baca:
        http://kaisnet.wordpress.com/2011/01/02/mengapa-tuhan-tidak-bisa-dilihat/#comment-153

        jelas awlohmu itu sudah ternoda kesuciannya karena dia telah menjadi api/kayu…

        .
        .
        .

        GELARNYA DAN NAMANYA ADALAH AL AHAD, itu artinya Dia tidak mungkin menjadi ini dan itu

        ngakak bacanya.

        saya ngga tanya mungkin atau tidak mungkin Tuh2n menjadi ini dan itu..

        yang saya tanya (baca baik2!) :

        Memangnya Tuh@n bisa menjadi tidak suci gara-gara Dia menjadi ini dan itu ?

      • kaisnet mengatakan:

        @ Mas Jejel

        Hehehe…,kamu baca Al-Qur’an Juga yaaaa…..(Alhamdulillaah)

        Dalami lagi tafsirmu Bro, disitu ada kalimat “dia diseru dari (arah) pinggir sebelah kanan lembah”.

        Selamat memikirkan Al-Qur’an yaaaa.

        Terima kasih, Anda rajin mengunjungi saya.

        SALAM

  10. jelasnggak mengatakan:

    @Kaisnet

    Hehehe…,kamu baca Al-Qur’an Juga yaaaa…..(Alhamdulillaah)

    Dalami lagi tafsirmu Bro, disitu ada kalimat “dia diseru dari (arah) pinggir sebelah kanan lembah”.

    Selamat memikirkan Al-Qur’an yaaaa.

    He he he…

    sama juga denganmu ….

    Kamu harus dalami juga tafsirmu (jangan menganut tafsir yg-enak-enak-in saja )

    di situ ada kalimat : DARI SEBATANG POHON KAYU

    wah.. ternyata si muhammad mau melawan filar biru dan kaisnet…
    (mereka berdua bilang Awloh ngga bisa jadi ini itu… ternyata awloh di quran di terlihat sebagai api dan kayu)

    Selamat mendalami quran..

  11. Filar Biru mengatakan:

    @Jel

    Memangnya Tuh@n bisa menjadi tidak suci gara-gara Dia menjadi ini dan itu ?

    Statemen kamu itu bentrok dengan Sifat dan Gelarnya yang lain yakni Al Quddus. NGERTI? kan sudah saya kopas kok nanya lagi? dasar nggak jelas neh anak

    • jelasnggak mengatakan:

      Padahal sudah saya suruh baca baik-baik pertanyaan saya itu.

      Ya sudah lah.

      Capek juga

      ********Memangnya Tuh@n bisa menjadi tidak suci gara-gara Dia menjadi ini dan itu ?*****

      *******Memangnya Tuh@n bisa menjadi tidak KUDUS gara-gara Dia menjadi ini dan itu ? ****

      Memangnya kamu siapa bisa menjadi hakim atas Tuh@N ?

      (muhammad juga kalau hebat sama kamu, filar)

      • Filar Biru mengatakan:

        @Jejel

        Dalam berdakwah tidak ada istilah capek, tapi di karenakan kamu picik dan tidak mengerti dengan yang namanya KEMAHAKUASAAN ya capeklah.

        Kamu berdakwahkan atas suruhan gereja tapi kalau kami setiap muslim menyampaikan apa yang di sampaikan oleh Rasulullah SAW. Kami tidak mengharapkan apa2 selain dari ridha Allah SWT.

        Kami memang menjadi saksi atas para nabi dan rasul terdahulu termasuk Nabi Isa Alaihissalam dan Muhammad SAW menjadi saksi atas diri kami dan Allah menjadi saksi atas diri Rasulullah SAW sendiri.

        Oleh sebab itu umat islam tinggi derajatnya atas umat2 terdahulu. oleh Sebab itu menjadi saksi atas diri para nabi dan rasul adalah kepercayaan Allah terhadap kami. Sebab Allah tahu hanya umat islam yang bisa dan mampu memegang amanah.

        SIDANG DI AKHIRAT:

        Di katakan kepada Nuh, ‘Nuh sudahkah engkau menyampaikan risalahKu kepada kaummu? Nuh menjawab: Maha suci Engkau Ya Allah, tidaklah aku menyembunyi apa yang Engkau katahui melainkan telah aku sampaikan kepada kaumku.” lalu Nuh di tanya lagi “siapakah saksimu?” Nuh menjawab : Umat Muhammad. Maka di datangkan Umat Muhammad. Maka di tanyalah pertanyaan tersebut kepada Umat Muhammad.
        “Nuh mengatakan bahwa dia telah menyampaikan risalahKu kepada kaumnya dan saksinya adalah kalian, Umat Muhammad, apa jawab kalian?” Umat Muhammad menjawab: “Kami bersaksi bahwa Nuh telah menyampaikan RisalahMu kepada kaumnya, Al Quranmu sendiri yang mengatakannya dan kami beriman padanya”.

        Demikianlah kami menjadi saksi atas para Nabi dan Rasul.

        Sesungguhnya kami di ajarkan oleh Allah menjdi hakim yang adil dan saksi yang adil. Sesungguhnya umat islam di persiapkan oleh Allah menjadi Khalifah di muka bumi ini dan menjadi saksi di akhirat.

        Kalau undang2 Islam itu di terapkan di seluruh dunia, maka engkau tidak akan lagi menemui kerusakan di muka bumi ini melainkan kedamaian dan kesehjateraan.

        Aku bukan menghakimi Tuhan seperti yang engkau tuduhkan! aku hanya menyampaikan apa2 yang di sampaikan oleh Tuhanku melalui RasulNya.

        engkau terimah itu baik bagi dirimu, duniamu dan akhiratmu, tidak engkau terimah maka aku dan teman2ku telah menyampaikannya padamu, maka kami berlepas diri dengan apa yang engkau perbuat.

        Maka seumpama sindiran dalam Al Quran:

        TIDAKPUN ENGKAU DI BERI TAHU ATAUPUN ENGKAU DI BERI TAHU ENGKAU AKAN TETAP MENJULURKAN LIDAHMU.

        7:176. Dan kalau Kami menghendaki, sesungguhnya Kami tinggikan (derajat) nya dengan ayat-ayat itu, tetapi dia cenderung kepada dunia dan menurutkan hawa nafsunya yang rendah, maka perumpamaannya seperti anjing jika kamu menghalaunya diulurkannya lidahnya dan jika kamu membiarkannya dia mengulurkan lidahnya (juga). Demikian itulah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Maka ceritakanlah (kepada mereka) kisah-kisah itu agar mereka berpikir.

      • jelasnggak mengatakan:

        @filar..

        nulis banyak-banyak .. tapi kenapa belum juga bisa menjawab pertanyaan ini :

        ********Memangnya Tuh@n bisa menjadi tidak suci gara-gara Dia menjadi ini dan itu ?*****

        *******Memangnya Tuh@n bisa menjadi tidak KUDUS gara-gara Dia menjadi ini dan itu ? ****

        Kamu mau jadi saksi ..?
        ya terserah..

        Tapi jawab dulu dong pertanyaan ku :lol:

  12. kaisnet mengatakan:

    @ Mas Jejel

    Yaa, sudahlah kalau capeeek.

    Terima kasih atas kunjungannya.

    Selamat beraktifitas.

    SALAM

    • Filar Biru mengatakan:

      @Kaisnet

      Di dalam ajaran kita, Islam kita di larang mengucapkan selamat (salam) buat orang2 di luar islam kecuali mendoakan mereka mendapat hidayah.

      Demikianlah pesan nabi kepada umatnya. Mengucapkan selamat buat mereka berarti kita telah mengakui Isa putra Maryam yang di salib adalah Tuhan Semesta Alam. Dan kamu tahu apa artinya itu.

      Banyak diantara kita di dunia maya ini, saya perhatikan menyampaikan salam (selamat atau keselamatan) kepada kaum nasrani, itu artinya kita telah menambah jumlah mereka. Padahal Allah dan RasulNya tidak pernah mengajarkan hal itu pada kita selain mendoakan mereka mendapat hidayah.

      Satu lagi ketika saat2 Natal telah tiba, begitu banyak umat islam mengucapkan selamat natal dan tahun baru. Padahal sejarah natal sendiri tidak ada dalam ajaran kristen, Lagi pula Nabi Isa Alaihissalam tidaklah lahir pada bulan Desember, melainkan antara Bulan Juli s/d Agustus. Sebab pada saat2 kering (musim kemarau) seperti itu pohon kurma berbuah dan masak. Bukankah ketika Nabi Isa Alaihissalam akan lahir Malaikat Jibril menyuruh Ibunda Maryam untuk menggoyangkan batang kurma agar jatuh, tanda ini sudah cukup bagi kita untuk memperkirakan bulan kelahiran Nabi Isa Alaihissalam ke dunia. Itulah sebabnya Allah menyukai kaum muslimin tapi lebih menyukai kaum muslimin yang cerdas.

      Perkataan ini sengaja aku sampaikan padamu, mungkin engkau lupa wahai saudaraku. Atau aku sendiri yang sok2 tahu.

      Assalamu’alaikum wr wb.

      • kaisnet mengatakan:

        Waalaikumsalaam,

        MasyaAllah Mas, aku lupa akan hal itu, Terima kasih Saudaraku. Engkau telah mengingatkanku.

        Astaghfirullaahaladziiim, Astaghfirullaahaladziiim,Astaghfirullaahaladziiim.

        “Aku mohon ampun kepadaMu Ya Allah atas kelalaianku, ku mohon Engkau berkenan mengampuniku ya Allah karena Engkau adalah Tuhanku”.

        Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

      • Roy Rey mengatakan:

        @filar & kaisnet
        Gapapa kali klo cuma salam olahraga atau salam “tempel”…
        hihihihihi….

      • jelasnggak mengatakan:

        Memang betul sih…
        orang selain muslim itu dikatakan hina dina ….. jadi sama sekali tidak boleh di beri salam.

        ck…ck..ckk

        agama kok begini (ngajarin orang untuk membenci)

        ngomong-ngomong..

        kalau sama hewan boleh memberi salam ngga yah ?

  13. Roy Rey mengatakan:

    HAHAHAHAHAHAHA… ketawa dulu ah….
    soale ada nona @jel….
    Allah jadi api/kayu… Hahahahaha ketauan kaga bisa baca Al Qur’an.
    ;
    ;
    Cuma sekedar nambahin…
    Allah bisa jadi apa aja.
    Allah jugalah yang memelihara seluruh alam semesta ini…
    Silahken bandingkan bumi dan alam semesta….
    Lalu apakah Allah perlu turun untuk pengorbanan sedangkan Dia penciptanya…?
    ;
    ;
    mikir..mikir…

    • kaisnet mengatakan:

      Assalamu’alaikum Saudaraku.

      Terima kasih telah mampir

      Salam Ukhuwah

    • jelasnggak mengatakan:

      @roy rey ngemeng begini :

      Cuma sekedar nambahin…
      Allah bisa jadi apa aja.

      Terima kasih roy rey.

      Sekali ini kamu pinter.

      Memang betul.
      Tuh@n yang saya sembah itu maha kuasa sehingga DIA bisa menjadi apa saja. (termasuk jadi manusia)
      Beda dengan awlohmu yg ngga maha kuasa itu.

      Kalau masalah “untuk apa TUh@n menebus manusia”….. itu lain soal……..

  14. Filar Biru mengatakan:

    @Kaisnet

    Assalamu’alaikum wr wb.

    Nabi juga pernah berpesan bahwa waktu tobat untuk umat manusia adalah ketika nafas sudah di tenggorakan, itulah batasnya. Apabila kita mengakui kesalahan dan dosa kita kepada Allah itu lebih Allah cintai dari pada seorang mukmin yang akhlaknya tetap lurus.

    Kalau nyawa sudah sampai di tenggorokan maka tobat seseorang tidak di terimah sebab ketika nyawa sudah di tenggorakan mereka melihat azab Allah. Akibat ngeri mereka bertobat, dalam keadaan seperti ini Allah tidak menerimahnya lagi. Itulah sebabnya tobat firaun tidak di terimah oleh Allah di saat ajalnya hampir lepas.

    Allah lebih mencintai seorang hamba yang air matanya jatuh di dalam kegelapan malam yang dirinya penuh dengan kubangan dosa dan nestapa dari pada seorang ulama yang tertidur terlelap.

    Allah lebih menyukai pemuda yang sholeh dari pada manusia renta yang alim. Itulah sebabnya 7 orang pemuda yang di ceritakan oleh Allah dalam surat Al Khafi tiada duanya.

    Kewajiban setiap muslim tolong menolong dalam agama Allah, saling ingat mengingati, demikianlah pesan Rasulullah SAW. Teriring shalawat dan salamku buat dirinya dan para sahabatnya.

    Mudah2 kita di beri syafaat di hari akhir kelak, Amin

    Saudaraku,…Allah tidak akan menghukum dan mencampakanmu keneraka. Mana sudi Allah memasukan seorang hamba ke neraka sementara dia memohon ampun.

    SALAM

  15. jelasnggak mengatakan:

    Maka tatkala Musa sampai ke (tempat) api itu, diserulah dia dari (arah) pinggir lembah yang sebelah kanan(nya) pada tempat yang diberkahi, dari sebatang pohon kayu, yaitu: “Ya Musa, sesungguhnya aku adalah Allah, Tuhan semesta alam.

    TERNYATA awloh mulim BOLEH terlihat menjadi kayu… tapi ngga boleh terlihat jadi manusia…….. karena kayu lebih mulia dari manusia.

    menurut muslim………… manusia itu hina…….. jadi awloh ngga boleh terlihat jadi manusia….. tapi beda kalau awloh terlihat jadi kayu…. karena kayu mulia

    boleh lah.

    • Filar Biru mengatakan:

      @Jejel

      yang engkau postingkan itu ayat Al Qashash 30. mana ayat yang 29 nya?, Ketahuan engkau hanya mencari2 kesalahan Al Quran itu. Mengapa engkau tidak mengahapus tulisan yang ada di dalam kurung itu?

      فَلَمَّآ أَتَاهَا نُودِيَ مِن شَاطِئِ الْوَادِ اْلأَيْمَنِ فِي الْبُقْعَةِ الْمُبَارَكَةِ مِنَ الشَّجَرَةِ أَن يَامُوسَى إِنِّي أَنَا اللهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ

      Itu bahasa arabnya, apa kamu ngerti? Lihat ini:

      Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Al Qashash 30
      فَلَمَّا أَتَاهَا نُودِيَ مِنْ شَاطِئِ الْوَادِي الْأَيْمَنِ فِي الْبُقْعَةِ الْمُبَارَكَةِ مِنَ الشَّجَرَةِ أَنْ يَا مُوسَى إِنِّي أَنَا اللَّهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ (30)
      (Maka tatkala Musa sampai ke tempat api itu, dia diseru dari arah pinggir) yakni sebelah (lembah yang kanan) yang berada di sebelah kanan Nabi Musa (pada tempat yang diberkahi) bagi Musa untuk mendengarkan Kalam Allah di tempat itu (dari sebatang pohon) lafal ayat ini menjadi Badal dari lafal Syathi’ berikut pengulangan huruf Jar-nya, disebabkan pohon itu tumbuh di pinggir lembah; pohon itu adalah pohon anggur, atau pohon ‘Ulaiq, atau pohon ‘Ausaj (yaitu) huruf An adalah An Mufassarah bukan An Mukhaffafah (“Hai Musa! Sesungguhnya Aku adalah Allah, Rabb semesta alam.)

      Jejel …dari dulu aku menyuruhmu untuk mengubah Al Quran itu, nyatanya menafsirkannya saja kamu tidak mampu. Dongok betul engkau Jel….

      • jelasnggak mengatakan:

        masih mending jawaban si samaranji.
        kau mah botol…….. beneran..
        malas saya merespon nya

      • Filar Biru mengatakan:

        Setelah aku tulis huruf arabnya, ada2 aja alasanmu.

        lihat: AN MUFASSARAH bukan AN MUKHAFFAFAH,

        Haaaaaaaaaa….makanya jangan berani2 engkau mancatut Al Quran kalau kagak ngerti bahasa arabnya. dongok betul engkau ini…

        terserah engkau mau bilang aku apa, namun yang jelas kamu tidak akan pernah mampu berdebat dengan baik.

        Setelah aku jelaskan bagaimana kalau sholat di dalam hutan dan di sebuah kapal, engkau pelintir menjadi perampok, …Jel…jel dongok betul engkau Jel…

        Engkau sama dengan ini:

        7:176. Dan kalau Kami menghendaki, sesungguhnya Kami tinggikan (derajat) nya dengan ayat-ayat itu, tetapi dia cenderung kepada dunia dan menurutkan hawa nafsunya yang rendah, maka perumpamaannya seperti anjing jika kamu menghalaunya diulurkannya lidahnya dan jika kamu membiarkannya dia mengulurkan lidahnya (juga). Demikian itulah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Maka ceritakanlah (kepada mereka) kisah-kisah itu agar mereka berpikir.

      • jelasnggak mengatakan:

        @Filar.

        terserah engkau mau bilang aku apa, namun yang jelas kamu tidak akan pernah mampu berdebat dengan baik.

        Yaah kalau lawan berdebatnya macam kamu.. mana bisa saya berdebat dengan baik ?

        NGga nyambung lah yaow

        (bahkan mungkin si royrey pun malas debat-an dengan mu :lol: )

        .
        .

        Makanya belajar yg betul.

    • Filar Biru mengatakan:

      @Jejel

      Engkau berani mempostingkan ayat Al Qashash 30 itu, setelah aku beri pengertian kepadamu, tiba saatnya kamu tidak ada kemampuan untuk mengcounter balik dari apa yang aku postingkan.

      Engkau hanya mampu memberikan counter dari apa yang termudah dari penjelasanku. Tulisan2mu telah menunjukan dirimu sendiri yang banyak bual. dongok betul.

  16. Samaranji mengatakan:

    Assalamu’alaikum,,, mas kaisnet.

    Wuih,,, ternyata kedatangan tamu istimewa ya di sini.
    Dear om Jell, apa kabar,,, !!!
    (boleh ikutan jawab pertanyaan om ga ???)

    QS Al Qashash : 30. insyaallah kurang lebih artinya : Maka tatkala Musa sampai ke (tempat) api itu, diserulah dia dari (arah) pinggir lembah yang sebelah kanan(nya) pada tempat yang diberkahi, dari sebatang pohon kayu, yaitu: “Ya Musa, sesungguhnya aku adalah Allah, Tuhan semesta alam *).”
    *). Di tempat dan di saat itulah Musa a.s. mulai diangkat menjadi rasul.
    >>> Masak om artiin bahwa Allah menjelma jadi kayu, sih ?.
    >>> Perhatiin tanda baca titik koma dunk, om. pohon kayu hanya sebagai TEMPAT om, tempat dari arah pinggir lembah yang sebelah kanan, tempat yg diberkahi, tempat tsb ditumbuhi sebatang kayu sebagai tanda lokasi.
    >>> Nah di tempat itulah Nabi Musa alaihi salam diseru (mendapat wahyu) “Ya Musa, sesungguhnya aku adalah Allah, Tuhan semesta alam *).”

    Pertanyaan Om Jell lainnya :
    ********Memangnya Tuh@n bisa menjadi tidak suci gara-gara Dia menjadi ini dan itu ?*****
    *******Memangnya Tuh@n bisa menjadi tidak KUDUS gara-gara Dia menjadi ini dan itu ? ****
    >>> Memangnya Tuhan HARUS MENJADI INI ITU agar diakui eksistensi-NYA oleh manusia ??? (ko jadi kayak jalan pikiran kaum atheis materialis seh…)
    >>> Karena kaum atheis sering meminta bukti “personal” “material” Tuhan, pada akhirnya sebagian kaum theis terjebak untuk mempersonifikasi-kan “wujud” Tuhan. Jadinya ya “anthromorphisme” getu deh.

    Om,,, kalo boleh saran, om belajar filsafat juga dunk !!!
    (maap ya om,,, bukan maksud apa2. cuman sekedar saran)

    • kaisnet mengatakan:

      Waalaikusalaam, Saudaraku.

      Terima kasih, ikut nimbrung juga.

      Salam Ukhuwah.

    • jelasnggak mengatakan:

      itulah.
      tafsir arab maunya enak-enakin diri sendiri..
      (apa yg enak buat mereka itu yg di pakai)

      QS Al Qashash : 30 : Maka tatkala Musa sampai ke (tempat) api itu, diserulah dia dari (arah) pinggir lembah yang sebelah kanan(nya) pada tempat yang diberkahi, dari sebatang pohon kayu, yaitu: “Ya Musa, sesungguhnya aku adalah Allah, Tuhan semesta alam.”

      >> si musa di seru dari sebatang kayu.
      (Dari sebatang kayu keluarlah suara itu..)

      Ternyata awloh TERLIHAT sebagai KAYU!!

      ha ha ha.

      gak suci lagi deh (kata si filar)

      ~~~

      Memangnya Tuhan HARUS MENJADI INI ITU agar diakui eksistensi-NYA oleh manusia ??? (ko jadi kayak jalan pikiran kaum atheis materialis seh…)

      duh..

      ditanya ngga jawab malah nanya hal lain.

      COba di jawab saja dulu yg ini :

      ********Memangnya Tuh@n bisa menjadi tidak suci gara-gara Dia menjadi ini dan itu ?*****
      *******Memangnya Tuh@n bisa menjadi tidak KUDUS gara-gara Dia menjadi ini dan itu ? ****

      susah banget sih yaa ?

    • Samaranji mengatakan:

      @ Om Jell
      Dah belajar filsafat belum, om ???

      si musa di seru dari sebatang kayu.
      (Dari sebatang kayu keluarlah suara itu..)
      Ternyata awloh TERLIHAT sebagai KAYU!! ha ha ha.
      >>> OK lah kalo om maksa tafsirannya kayak githu
      >>> sy ga heran om nafsirin begitu, bahkan jika suara-Nya disampaikan lewat perantara nabi musa alaihi salam, pasti deh Nabi Musa a.s pun om sangka juga Tuhan (jadi paham sy mengapa umat kristen menuhankan Nabi Isa a.s)
      >>> Analogi berikut mungkin dapat membantu : Om Jel berkhutbah hendak menyampaikan pesannya ke seluruh penduduk dunia, om jel menggunakan fasilitas radio atau tivi utk menyampaikan khutbahnya. Di suatu daerah terpencil yg masih primitif, radio yg bisa “bersuara” tersebut tentu
      disangka ada “ruh”nya, ada penunggunya, orang2 primitif tersebut menyangka RADIO tersebut adalah PENJELMAAN OM JELL.
      >>> Soo,,, mohon jangan kembali ke masa primitif ya om.

      ditanya ngga jawab malah nanya hal lain.
      COba di jawab saja dulu yg ini :
      ********Memangnya Tuh@n bisa menjadi tidak suci gara-gara Dia menjadi ini dan itu ?*****
      *******Memangnya Tuh@n bisa menjadi tidak KUDUS gara-gara Dia menjadi ini dan itu ? ****
      susah banget sih yaa ?
      >>> “pertanyaan saya” itulah jawabannya. Hal gini sudah biasa digunakan dalam metode berlogika ko om.
      >>> kapan2 jangan hanya mengoreksi JAWABAN SALAH, tapi belajar juga tentang PERTANYAAN SALAH

      • jelasnggak mengatakan:

        >>> OK lah kalo om maksa tafsirannya kayak githu
        >>> sy ga heran om nafsirin begitu, bahkan jika suara-Nya disampaikan lewat perantara nabi musa alaihi salam, pasti deh Nabi Musa a.s pun om sangka juga Tuhan (jadi paham sy mengapa umat kristen menuhankan Nabi Isa a.s)

        Duh..

        yang ahli filsafat jawabannya begini..
        asli ngakak.

        beda situasinya dong.

        Yang manggil2 musa di quranmu itu bukan orang.
        Yang teriak2 sama musa itu awlohmu loh..

        ngakak gw bacanya

        .
        .

        Analogi berikut mungkin dapat membantu : Om Jel berkhutbah hendak menyampaikan pesannya ke seluruh penduduk dunia, om jel menggunakan fasilitas radio atau tivi utk menyampaikan khutbahnya. Di suatu daerah terpencil yg masih primitif, radio yg bisa “bersuara” tersebut tentu
        disangka ada “ruh”nya, ada penunggunya, orang2 primitif tersebut menyangka RADIO tersebut adalah PENJELMAAN OM JELL.

        Quran : Awloh ngomong lewat kayu
        Samaranji : Jell ngomong lewat radio.

        Hmm Ngerti saya.

        Kalau kau denger kayu bicara (apalagi ada kayu ngaku sebagai awloh)…anggap saja itu radio.

        si musa ngga ngeliat di balik pohon ada manusia.

        Beda itu antara Jell(manusia) dengan awloh.
        *kecuali kalau awlohnya memang betul buatan manusia*

        Tapi analogi bagus.
        bisa buat nipu si roy rey.
        Kalau roy rey yang baca pasti dia mangguk-mangguk.

        >>> “pertanyaan saya” itulah jawabannya. Hal gini sudah biasa digunakan dalam metode berlogika ko om.
        >>> kapan2 jangan hanya mengoreksi JAWABAN SALAH, tapi belajar juga tentang PERTANYAAN SALAH

        ha ha.

        kalau pertanyaanmu itu nyambung sih boleh saja menggunakan metode socratic.

        Makanya PAHAMI DULU pertanyaan saya itu. baru kemudian silahkan buat pertanyaan yg bisa menjawab.

        (denger-denger kamu pernah belajar filsafat ya :lol: )

      • Samaranji mengatakan:

        @ Om Jell

        “Duh.. yang ahli filsafat jawabannya begini..
        asli ngakak.”
        >>> maap deh om, jika sebelumnya sy kasih saran ke om untuk “belajar filsafat”. Sorry broo, jangan sewot getu yah,,,,

        “Yang manggil2 musa di quranmu itu bukan orang.
        Yang teriak2 sama musa itu awlohmu loh..
        ngakak gw bacanya”
        >>> idih,,, ntu kan “penafsiran primitif” om ndiri, yg akhirnya menghasilkan kesimpulan primitif “kayu sebagai jelmaan Tuhan”
        >>> dan alhamdulillah, tak ada satupun umat Islam yg berkesimpulan sebagaimanan “penafsiran primitif” om itu.

        Pada dasarnya sy ga suka basa-basi dng perdebatan konyol (walaupun kadang ada sisi manfa’atnya), sy suka menelusuri akar permasalahan “mengapa seseorang bisa bertanya/ berkata/ berkesimpulan seperti begini atau begitu”. Jadi om, ijinkan sy menyimpulkan begini :

        PERDEBATAN BERAWAL DARI KONSEP ADA-TIDAKNYA PENJELMAAN/ PENITISAN

        Umat Kristen biasa beralasan, bukankah Tuhan Maha Kuasa ? lalu apa susahnya buat Dia untuk menitis atau/ menjelma ? (ternya alasan ini juga sering dipakai umat hindu)
        >>> Jika demikian alasannya, maka sah juga dong jelmaan-Nya tidak cuman satu, tidak cuman di suatu tempat, tidak cuman di suatu jaman ? kan Dia Maha Kuasa ???
        >>> Jika demikian umat kristen harus mengakui juga dong jelmaan Tuhan dalam pribadi Sri Krishna (menurut umat hindu). Atau sebaliknya, umat hindu harus fair mengakui klaim ajaran kristen bahwa Yesus satu2nya titisan Tuhan.

        Konsep Penjelmaan/ Penitisan Sekedar Interpretasi :
        >>> Ternyata, konsep penjelmaan/ penitisan secara implisit tidak ada dalam kitab kalian (begitupun dalam kitab hindu, sy dah pernah berdebat/dialog dng mereka). Konsep tersebut hanya interpretasi para Pendeta (krsiten/ hindu) terdahulu ketika dengan susah payah mencoba memahami sebuah kata “Akulah Dia”
        >>> Dulu (dan hingga kini) masih ada juga umat Islam yang terkecoh dengan sebuah hadits (entah apa derajadnya) yang mengindikasikan bahwa Nabi Muhammad SAW adalah Tuhan, bunyinya demikian : ANA ‘ARABB BI LAA ‘AIN, ANA AHMAD BI LAA MIM, Saya ‘Arab tanpa huruf ‘ain (RABB : Tuhan) Saya Ahmad tanpa huruf mim (AHAD : Esa).
        >>> Alhamdulillah, paham2/ konsep yang demikian tertolak dengan sendirinya karena kami berpegang teguh pada KEASLIAN LAFADZ Al-Qur’an. Ulama’ Islam terdahulu dan kini dengan jujur dan rendah hati mengatakan “INI AL-QUR’AN” “INI TERJEMAHAN” “INI TAFSIRAN” Jika ada ikhtilaf/ perbedaan maka harus dikembalikan pada lafadz aslinya.

        Jadi, om….. dengan segala kerendahan hati saya mohon bertanya pada pribadi masing2, untuk apa perdebatan ini ?. Mari bersama2 mencari “makna” dari debat.

        Selamat beraktifitas kembali, om. Masih banyak hal lain yang memacu kita untuk berlomba2 memberi kemanfa’atan pada manusia, lingkungan, bangsa, negara dan semesta.
        Semoga bermanfa’at.

  17. kaisnet mengatakan:

    Alaaa Jel lawong kamu gak paham makna dari “lafal ayat ini (مِنَ الشَّجَرَةِ ) menjadi Badal dari lafal Syathi’ (شَاطِئِ) berikut pengulangan huruf Jar-nya.”

    “Dari sebatang pohon” itu hanya sebagai petunjuk arah lembah yang berada disebelah kanannya Nabi Musa.
    Makanya kamu ngawor , belajar Ilmu Nahwu Dan Ilmu Shorof Tuuu supaya pandai kamu. (banyakan Ilmunya orang ARAB).

    Atau kamu baca aja Al-Qur’an terjemah dalam bahasa Indonesia biar hatimu tentram yaaa?

    ********Memangnya Tuh@n bisa menjadi tidak suci gara-gara Dia menjadi ini dan itu ?*****
    *******Memangnya Tuh@n bisa menjadi tidak KUDUS gara-gara Dia menjadi ini dan itu ? ****
    Yaaaa, gak perlu dijawablah lawong sudah dijelaskan mas filar kamu gak ngerti-ngerti juga.

    Inginnya kamu ginikan…
    Jika dijawab “bisa”, kamu pasti bilang “lho Tuhanmu itu jadi pohon berarti Tuhanmu tidak suci/QUDUS”. padahal kamu salah tafsir Jel.
    Jika dijawab “tidak bisa” kamu pasti bilang “lho Tuhanku tetap sucikan walau jadi manusia dari pada Tuhanmu jadi pohon”pada hal kamu salah tafsir juga akan Tuhanmu dan Tuhanku Jel.

    Alaaaa Jel, Jejel lawong kamu hanya sekedar ingin mencari pembenaran aja sampek-sampek ikutin nafsirkan Al-Qur’an dengan seenakmu sendiri.

    Mas Filarkan pernah bilang : Jejel …dari dulu aku menyuruhmu untuk mengubah Al Quran itu, nyatanya menafsirkannya saja kamu tidak mampu. Dongok betul engkau Jel….

    • jelasnggak mengatakan:

      “Dari sebatang pohon” itu hanya sebagai petunjuk arah lembah yang berada disebelah kanannya Nabi Musa.
      Makanya kamu ngawor , belajar Ilmu Nahwu Dan Ilmu Shorof Tuuu supaya pandai kamu. (banyakan Ilmunya orang ARAB).

      >>Tentu saja orang arab banyak ilmu.(Saya tahu itu)

      Ilmu arab = ilmu yang enak-enak-in-kuping-muslim.

      Jelas2 tertulis “suara dari pohon” … eeehhh .. bisa-bisanya di tafsir (pake ilmu nawuh soroh dll) dengan “petunjuk arah”…

      Dasar arab.

      .
      .
      ngomong-ngomong..

      lucu yaa…

      Kitab owloh ditafsirkan oleh kitab/ilmu buatan manusia (nahwu sorof asbabun dll)

      Kalau yang nafsir salah gimana tuh..

      Oh iya… mereka ngga mungkin salah yaa… mereka awloh sih.. :lol:

      • kaisnet mengatakan:

        Alaaa, Jel Jejel kamu hanya sekedar ingin mencari pembenaran Ajaaa, sampek-sampek kamu ikut tafsirkan Al-Qur’an. memang dirimu siapa?.

        ternyata siapa saja kamu anggap Tuhan ya Jel.
        Orang ARAB kamu anggap Tuhan
        Pohon kamu Anggap Tuhan

        Payah kamu ini ternyata.

        “Suara dari Pooohon”, mana ada kalimat itu….
        Nih ku kopaskan yang berasal dari kamu

        di:http://kaisnet.wordpress.com/wp-admin/comment.php?action=editcomment&c=153
        Maka tatkala Musa sampai ke (tempat) api itu, diserulah dia dari (arah) pinggir lembah yang sebelah kanan(nya) pada tempat yang diberkahi, dari sebatang pohon kayu, yaitu: “Ya Musa, sesungguhnya aku adalah Allah, Tuhan semesta alam.”

        Mana kata “suara dari pohon”.
        kamu mengatakan:Jelas2 tertulis “suara dari pohon”. tunjukkan mana kata itu, dasar BODOH KAMU,
        “dari sebatang pohon” kamu plesetkan jadi “suara dari pohon”. BANGSAT KAMU,

        Ayo tunjukkan dimana ada tulisan “suara dari pohon” di ayat itu. TOLOL kamu, BACA SAJA GAK BISA.

        Lagi-lagi kamu menunjukkan kebodohanmu Jel, dengan mengubah arti KITAB , walaupun itu BUKAN KITABMU. terbukti sekarang kalau kamu memang pandai mengubah arti KITAB. BANGSAT KAMU. kamu akan menyesatkan manusia ternyata.

        Ternyata betul
        Engkau sama dengan ini:

        7:176. Dan kalau Kami menghendaki, sesungguhnya Kami tinggikan (derajat) nya dengan ayat-ayat itu, tetapi dia cenderung kepada dunia dan menurutkan hawa nafsunya yang rendah, maka perumpamaannya seperti anjing jika kamu menghalaunya diulurkannya lidahnya dan jika kamu membiarkannya dia mengulurkan lidahnya (juga). Demikian itulah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Maka ceritakanlah (kepada mereka) kisah-kisah itu agar mereka berpikir.

        “Yaa Allah Tuhanku, aku berlindung kepadaMu yaa Allah dari kebodohan manusia”

        yaa Allah aku bersaksi yaa Allah bahwa mereka memang mengubah-ubah arti kitabMu

  18. hindin mengatakan:

    Adem, adem Ko. Suerius sekali ya? Jangan kehilangan kendali. Pikirkan “lakum dinukum wa liyadin.” Nggak akan selesai Ko. I’ve warned you.

  19. Samaranji mengatakan:

    @ Mas Kaisnet

    Assalamu’alaikum,,,
    dah mas, yang sabar aja, mungkin beliau (om Jell) lagi mempertanyakan diri konsep ketuhanan kristen, makanya beliau rajin mengunjungi blog2 umat Islam (kali aja mulai tertarik dengan konsep Tauhid Islam).

    QS. Fushshilat : 34, Insyaallah kurang lebih artinya :
    Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia.

    >>> Kemulian, keagungan Allah SWT dan Rasulullah SAW tidak akan ternoda hanya dengan cacian, hujatan dan hinaan segelintir manusia. So,,, kita sambut aja beliau dengan senyum, seraya terus berdzikir “subhanallah, alhamdulillah, laa ilaha illallah, allahu akbar, laa haula wa la quwwata illa billahi ‘aliyil ‘adhim”

    ======================

    Eh, mas. Gimana ya cara “menebalkan” ato “memberi bingkai” pada komentar ?
    Makasih mas, selamat menegakkan sholat dhuhur.

    • kaisnet mengatakan:

      Waalaikumsalaam


      terima kasih sarannya, untuk membuat bingkai apit kalimatnya dengan kata “blockquote” dalam tanda “lebih kecil dan lebih besar” untuk membuat huruf tebal apit kalimatnya dengan kata “strong” dalam tanda “lebih kecil dan lebih besar” .

  20. hindin mengatakan:

    Sebelum mengajukan pertanyaan “Mengapa Tuhan tidak bisa dilihat?” kupikir perlu didahului pertanyaan “Haruskah Tuhan dapat dilihat?” Surat Al-Ikhlash ayat 1-4 yang merupakan dasar utama ketuhanan Islam menyebutkan:

    (1) Katakanlah: “Dia-lah Allah, yang Maha Tunggal. (2) Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. (3) Tiada beranak dan tidak pula diperanakkan. (4) dan tidak ada satu makhlukpun yang menyamai-Nya.

    Ayat 1 menunjukkan bahwa Islam menganut monoteisme yang sederhana. Tidak berbelit-belit. Tidak mengenal mitos seperti yang terjadi pada bangsa Mesir kuno atau Yunani kuno. Contoh sederhananya adalah penamaan hari-hari yang tujuh pada bahasa Inggris yang masih menampakkan pengaruh mitologi Yunani atau Mesir kuno. Konsep hari yang tujuh berawal dari praktik penyembahan benda-benda langit oleh para pendeta kawasan Mesopotamia kuno. Hingga nama-nama hari yang tujuh terkaitkan dengan dewa-dewa yang disembah pada hari bersangkutan. Sunday artinya Hari Matahari, Monday artinya Hari Rembulan, Tuesday artinya Hari Mars, Wednesday artinya Hari Merkurius, Thursday artinya Hari Jupiter, Friday artinya Hari Venus, dan Saturday adalah Hari Saturnus (Madjid 2008:xxviii). Sementara itu penamaan hari dalam Islam ya sekedar Ahad, Isnaini, Tsalatsa, dst yang artinya sekedar hitungan saja. Kalau di Indonesia, penamaan hari mengadaptasi baik dari Arab/Islam maupun dari Kristen. Minggu berasal dari kata Do-Mingo (Hari Tuhan), kemudian Senin dan seterusnya dari Arab/Islam.

    Ayat 2 menunjukkan bahwa Tuhanlah yang berkuasa atas segala sesuatu. Dia tidak tergantung pada makhluk. Kemaha kuasaan-Nya juga bebas dari campur tangan makhluk. Tuhan tidak perlu membuktikan bahwa diri-Nya berkuasa. Namun Jelas Dia berkuasa karena semua makhluk tergantung kepada-Nya. Kebergantungan makhluk secara mutlak kepada Tuhan memang menimbulkan beberapa perdebatan. Hal itu terutama berkaitan dengan adanya kehendak bebas pada manusia. Namun jelas bahwa siapapun manusia di Bumi ini lahir dan mati tidak atas kehendak sendiri.

    Ayat 3 Secara tegas Tuhan menyatakan tidak memiliki hubungan secara biologis dengan makhluk-Nya. hal ini menunjukkan bahwa Tuhan tidak memiliki kaitan apapun dengan makhluk-Nya. Karena Tuhan bukan “anak” atau “keturunan” dan tidak “menurunkan” siapapun maka Tuhan bebas sebebas-bebasnya. Jadi Tuhan bisa “sak karepe dewe.” Katakanlah Tuhan tidak perlu menuruti asumsi atau bahkan hipotesis apapun yang diajukan oleh makhluk agar Dia menjadi maha kuasa.

    Ayat 4 menunjukkan bahwa Tuhan tidak perlu memiliki atribut yang dimiliki oleh makhluk. Kalau makhluk memiliki atribut fisikal, tuhan samasekali tidak memerlukan atribut-atribut semacam itu. Kupikir ayat ini menjawab bahwa Tuhan tidak perlu dapat dilihat. Namun Dia dapat dirasakan kehadiran dan pengaruh-Nya oleh makhluk-Nya.

    Saya pikir kita tidak perlu memperdebatkan konsep ketuhanan Islam dengan konsep ketuhanan agama lain, Kristen misalnya, tentang konsep ketuhanan agama manakah yang paling benar. Premis awal dari berbagai konsep ketuhanan dari berbagai agama saling berbeda dan bahkan ada yang saling bertolak belakang. Karena premis awal yang berbeda, kesimpulan yang diperoleh tentu akan berbeda dan berdebat dalam masalah ini hanya akan menguras energi tanpa membawa manfaat apapun. Masing-masing pihak pasti mengklaim bahwa agamanya yang paling benar dan yang lain salah. Bahkan biasanya ini dapat memicu perang antar agama yang berbahaya. Wong dalam Islam saja ada orang Islam yang menyatakan Gus Dur yang menggagas “pribumisasi” Islam atau Cak Nur yang menggagas “sekularisasi” Islam itu kafir kok.

    Berbeda dengan ini adalah dialog yang tulus antar agama-agama untuk menemukan titik temu (Kalimah sawa’) antar berbagai pemikiran keagamaan. Dalam pengantar buku “The Tao of Physics” karya Fritjof Capra edisi bahasa Indonesia, Armahedi Mahzar, Fisikawan ITB, mengemukakan bahwa dalam semua agama terdapat titik temu yaitu terdapatnya alam roh yang serbameliputi. Dialog-dialog yang tulus inilah yang dibutuhkan agar agama tidak menjadi pembenar bagi setiap kerusakan/teror yang dibuat oleh manusia di bumi.

  21. abu hanan mengatakan:

    apit bingkai

  22. abu hanan mengatakan:

    sori mas,,,
    bingung coba2 HTML nya (:
    maksudnya apit gimana?
    “” kemudian tulisan lalu “” atau
    “”
    berkali-kali saya coba di blogspot kok gak bisa ya?
    salam

  23. qarrobin mengatakan:

    kita hidup di dimensi ruang-waktu 4 dimensi, 7 dimensi sisanya ‘is curled’

  24. MUHAMMAD NURULLAH HAKAM mengatakan:

    Assalamualaikum wr.wb..

    iya bener.. kita tidak perlu berdebat dengan saling mencemoh.. kita lakum dinukum waliadin saja(bagimu agamamu, bagiku agamaku).. kita hormati aja perbedaan..
    Rasulallah pun tidak bisa memberikan petunjuk/hidayah kepada pamannya Abu Thalib agar ke jalan lurus (Islam), sama seperti Nuh thd kan’an..,dll.
    Kalau Allah tdk menghendaki memberi Hidayah kpd mereka, maka gimanapun caranya, mereka tidak akan beriman kpd Allah.
    Kalau Allah menghendaki semuanya beriman., maka pasti semuanya(orang) yang ada dimuka bumi ini beriman kpd Allah..
    Kita hargai mas,om “JELASNGGAK”, paling tidak beliau perhatian terhadap masalah KeTuhanan..
    Semoga Allah selalu memberikan Hidayah/PetunjukNya kepada kita sekalian.. Amien..
    Yang penting kita bisa sampaikan.., meskipun satu ayat.. selebihnya Allah yg menentukan..

  25. Seinju mengatakan:

    Ijin komen . . Mnurut saya Tuhan itu bisa dilihat, jngan menjelaskan Tuhan dengan hkum2 alam krena pikiran manusia itu trbatas dan Alloh itu tidak terbtas. APA MUNGKIN MENJELASKAN YG TERBATAS MENJELASKAN YG TIDAK TERBATAS?? Manusia hanya bisa mnjelaskan af’alnya, sifat, dan asmaNYa tetapi tdak dengan Zatnya Tuhan. Prosesi bertemu/liqo/melihat itu berkaitan denga Zat Alloh sendiri, Nabi Muhammad dlam pristwa isra mi’raj aja kan bertmu dg Alloh, berarti Tuhan bisa diong ditemui. Terima kasih

  26. Seinju mengatakan:

    Ijin komen . . Mnurut saya Tuhan itu bisa dilihat, jngan menjelaskan Tuhan dengan hkum2 alam krena pikiran manusia itu trbatas dan Alloh itu tidak terbtas. APA MUNGKIN YG TERBATAS MENJELASKAN YG TIDAK TERBATAS?? Manusia hanya bisa mnjelaskan af’alnya, sifat, dan asmaNYa tetapi tdak dengan Zatnya Tuhan. Prosesi bertemu/liqo/melihat itu berkaitan denga Zat Alloh sendiri, Nabi Muhammad dlam pristwa isra mi’raj aja kan bertmu dg Alloh, berarti Tuhan bisa diong ditemui. Terima kasih

    • kaisnet mengatakan:

      Saya sependapat dengan anda jika Ilmu kita terbatas dan Hanya Tuhan Allah SWT yang tidak terbatas namun perlu diingat bahwa kita diberi nikmat berupa alam pikiran oleh Allah SWT supaya kita bisa mengenalnya melalui tanda-tanda kekuasaanya.
      Tuhan memang dapat dilihat namun tidak sekarang tapi nanti di alam akhirat dan itu merupakan nikmat yang paling besar yang akan diterima hamba-hamba Allah yang hanya dikehendakiNya saja dan menurut saya dalam Isra’ Mi’raj Rosulullah Muhammad SAW memang menemui Allah namun tidak melihat langsung Allah SWT.

      tulisan diatas sebenarnya penjelasan atas pertanyaan anak saya ketika masih berumur 3,5 Tahun dia bertanya pada saya “Yah, Gusti Alloh iku Ndok endi?? lapo Kok gak isok diwasno” anak-anak itu kadang-kadang bertanya yang aneh-aneh dan butuh renungan untuk menjawabnya. kadang anak saya juga bertanya kenapa bumi kok bulat, matahari juga bulat dan bulanpun juga bulat,….. (butuh renungan untuk menjawabnya). Apa mungkin kita jawab seluruh pertanyaan anak kita dengan kalimat “yo mesti ae” itu tidak bijakan.

      Terima kasih atas kunjungannya

  27. awam mengatakan:

    Lakumdiinukumwalyadiin…
    sangat setuju sama saudara Muhammad..

  28. guru hasanudin mengatakan:

    if we back to story our prophet Musan at mountain of tursina in old he not able to meet our god is be us……..

  29. Almuharrom mengatakan:

    3 jam ku baca komentar ini.hehehe

  30. RAHMANI mengatakan:

    saya hanya ingin mengeluarkan sedikit pendapat, kenapa ALLAH itu tidak nampak. Bukti bahwa Allah itu ada sangat jelas yaitu dunia ini, bisakah manusia membuat gunung dan bukit yang tinggi dan indah sepeti kita lihat, dan langit yang tergantung tanpa tali, di langit ada bintang dan bulan ketika malam, siang ada matahari yang menerangi seluruh alam semesta ini, oksigen yang kita hirup setiap harinya, itu semua bukan manusia yang beikan dan membuatnya melainkan ALLAH, yang sifat rahman-Nya tetap Allah berikan kepada setiap setiap manusia baik islam atau bukan. kita yakin dan bisa merasakan ALLAH itu ada, kalau kita punya keyakinan dan keimanan, sekarang kita tahu angin itu ada bahkan kita bisa measakan hembusan angin, kenapa angin nggak bisa kita lihat karena dia tidak mempunyai zat warna, begitu juga dengan ALLAH, satu hal lagi, ketika nabi Musa a.s ingin melihat wujud ALLAH, dia pegi kesuatu tempat atau bukit, di situ nabi Musa berkata ”ya Allah aku ingin melihat zat-Mu”? Allah pun menjawab ” wahai Musa engkau tidak akan sanggup melihat wujud-Ku” ketika Allah berkata sedemikian apa yang terjadi? gunung yang ada di belakang nabi Musa langsung hancur dan runtuh, dan nabi Musa jatuh pingsan tidak sadarkan diri. itu baru mendengar suara saja, Allah itu lebih tau dengan apa yang tebaik bagi hamba-Nya. kita tidak akan sanggup melihat Dzat yang Agung. tapi yakinlah ketika hari sudah kiamat nanti, orang-orang yang beiman dan bertaqwa kepada Allah, kelak di syurga akan menjadi tamu kehormatan, dan mendapat keistimewaan, yaitu melihat Dzat yang Maha Tinggi Maha Besar yaitu ALLAH SWT. ”fastabikul khairats” belombalah dalam hal kebaikan,karena setiap hal yang kita lakukan di dunia yang fana ini akan ada balasannya, sekecil apapun kebaikan yang kita kerjakan ada balasannya begitu juga sebaliknya, itu dinyatakan dalam Al-Qur’an surah zalzalah.

  31. dd mengatakan:

    “Mereka bertanya kepadamu tentang ruh. Katakanlah: ‘Ruh itu termasuk urusan Rabbku dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit’.” (Al-Isra: 85)

  32. amirkaryo mengatakan:

    Tanpa bermaksud ujub atau takabur saya tidak memerlukan dalil atau bukti apapun untuk menyatakan bahwa Alloh bisa dilihat! Karena Alhamdulillah atas kehendakNya dan atas bimbingan Beliau Rasululloh SAW saya diberi kemampuan mampu melihat Alloh di saat saya masih hidup ini. Ada sekitar 10.000 manusia yang hidup di dunia saat ini telah mampu melihat Alloh dan Raululloh SAW dengan sebenar-benarnya melihat lahir dan batin. Artinya, saya dan sekitar 10.000 manusia tersebut telah bersyahadat secara hakiki, sebuah kebahagiaan dari Tuhan yang tak terkira.

    Saya berharap saudara2 yang lain juga mampu untuk bersyahadat secara hakiki. Bersihkan hati dengan sholawat sebanyak-banyaknya dan terus-menerus kpd Rasululloh, jangan ada rasa benci thd apapun di alam ini, Insya Alloh Rasululloh akan hadir kpd saudara2 dan membimbing saudara2 untuk musyahadah (melihat Tuhan). Sehingga saudara2ku semua akan mampu sholat dengan hakiki, bukan menyembah ka’bah tapi menyembah Alloh.

    Melihat Tuhan memang sulit karena harus didasari dengan hati yang bersih, namun yang jauh lebih sulit dari pada itu adalah mencapai Tuhan. Karena di sanalah kita harus kembali, jika tidak kita akan sengsara selama-lamanya. Jadi tidak ada jaminan jika kita telah mampu melihat Tuhan lantas kita akan selamat di akhirat. Namun paling tidak, musyahadah adalah langkah awal untuk mencapai kesucian. Bila saudara2 sudah mampu melihat Alloh, saudara2 juga akan mampu melihat surga, neraka, Iblis, setan, buroq, dll seperti yang sudah saya saksikan sendiri.

    Saudara2 masing2 telah diberi sebuah buroq oleh Tuhan untuk mencapai Sidhratul Muntaha dengan sholat yang hakiki seperti yg telah dicapai oleh Rasululloh. Saya sering prihatin melihat di luar sana banyak sekali buroq yang telah disia-siakan, tidak manfaatkan sesuai fungsinya. Bagaimana bisa memanfaatkan? Menyaksikan saja tidak bisa. Jangan salahkan mereka jika kelak mereka akan menuntut kita di akhirat, karena semua yang telah diberikan Tuhan kpd kita harus kita pertanggungjawabjkan. Meskipun saya telah mampu menyaksikan buroq, saya tetap belum mampu mengendarainya karena masih kotornya hati saya.

    Alloh Subhanahu wa ta’ala artinya Yang Maha Suci dan Maha Mulia hanya mampu dipulangi oleh jiwa2 yang suci dan mulia, selainnya tidak! Semoga kita semua mampu mencapai kesucian.

    Tips : Bagi yang ingin mampu musyahadah, carilah seorang pembimbing yang telah mampu musyahadah, semoga Beliau mampu mengantarkan kpd Rasululloh SAW, dan selanjutnya Rasululloh sendiri yang akan mengantar sampai kepada Alloh.

  33. Rizal Budi Leksono mengatakan:

    Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

    Terimakasih atas debat yang telah disampaikan seluruhnya. Saya sudah menyimak seluruhnya, dan saya mohon kepada seluruhnya, untuk lebih mengoreksi tulisan yang akan disampaikan. Jangan sampai kesalahan kita yang malah membuat kita menjadi orang bodoh. Sudah beberapa kali disampaikan, kita tidak hanya mengoreksi jawaban yang salah, tapi juga pertanyaan yang salah.

    Untuk hal hal yang berhubungan dengan salam, begini penjelasaannya:
    Agama Islam mengenal toleransi antar umat beragama, tetapi tidak mengenal toleransi dalam hal aqidah dan tauhid.

    Jika umat muslim mengucapkan salam tertentu kepada yang non muslim, berarti dia mengakui kebenaran agama tersebut. Sehingga dapat diuraikan:

    N = nonmuslim
    M = muslim

    N : Mengapa kau tidak ucapkan salam kepada umatku,
    M : Maaf, saya tidak bisa.
    N : Mengapa?
    M : Berarti saya mengakui kebenaran agama anda.
    N : Lagipula itu hanya sekedar ucapan. Ucapan salam tidak akan merubah banyak hal
    M : Lalu bagaimana jika kau ucapkan 2 kalimat syahadat? Dengan artinya? Kau mau? Lagi pula itu hanya ucapan.
    N : Tentu saja aku tidak mau.

    Demikian penjelasan tentang salam tersebut, bukan bermaksud saling membenci.

    Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: