Adam manusia pertama ?

Tentang Khalifah
(Tafsir Al-Azhar – Prof. Dr. Hamka)

Dan ingatlahtatkala Tuhan engkau berkata pada Malaikat : Sesungguhnya Aku hendak menjadikan di bumi seorang khalifah. Berkata mereka : Apakah engkau hendak menjadikan padanya orang-orang yang merusak didalamnya dan menumpahkan darah padahalkami bertasbih dengan memuji Engkau dan memuliakan Engkau? Dia berkata : “Sesungguhnya Aku lebih mengetahui apa yang kamu tidak ketahui.”

Penafsiran pertama

Khalifah Allah artinya Khalifah dari Makhluk dulu-dulu yang telah musnah. Dikala mereka masih ada di dunia,mereka hanya berkelahi, merusak,membunuh karena berebut hidup. Itu sebabnya maka malaikat akan itu kembali maka menyampaikan permohonan dan pertanyaan kepada Tuhan, kalau-kalau terjadi demikian.
Maka tersebarlah semacam dongeng pusaka bangsa Iran (Persia) yang kadang-kadang setengah ahli tafsir tidak pula keberatan untuk menukilnya. Katanya sebelum Nabi Adam, ada makhluk yang namanya Hinn dan Binn, ada juga yang mengatakan namanya Thimm dan Rimm. Setelah makhluk yang dua itu habis, datanglah makhluk yang bernama Jin. Semua makhluk itu musnah karena rusak-merusak, bunuh membunuh.akhirnya kata dongeng dikirimlah oleh Tuhan para balatentarannya terdiri dari malaikat-malaikat dan dikepalai oleh Iblis, lalu makhluk Jin itu diperangi hingga musnah.Adapun sisanya lari kepulau-pulau dank e lautanKemudian barulah Allah menciptakan Adam.
Dalam setenga kitab tafsir ada jugabertemu keterangan ini meskipun riwayat ini tidak berasal dari riwayat islam sendiri.
Tetapi meskipun hanya dongeng belaka, kita mengambil kesimpulan bahwa pendapat tentang adanya makhluk purbakala yang dikholifai oleh Adam itu, bukanlah pendapat kemarin dalam kalangan manusia, melainkan telah tua berates tahun sebelum keluar teori Darwin.Bukankah ahli-ahli pengetahuan menggali ilmu dari dongeng ???
Ada lagi pendapat yang sejalan dengan itu, yaitu berasal dari golongan kaum shufi dan kaum Si’ah Imamiyah.
Al-Alusi Pengarang Tafsir Ruhul Ma’ani mengatakan bahwa di dalam kitab Jamiul Akhbar dari orang Syi’ah Imamiyah, fasal 15 ada tersebut bahwa sebelum Allah menjadikan Adam nenek moyang kita, telah ada 30 Adam. Jarak diantara satu Adam dengan Adam yang lain 1000 tahun, setelah Adam yang 30 itu 50.000 tahun lamanya dunia rusak binasa, kemudian ramai lagi 50.000 tahun barulah dijadikan Allah Nenek kita Adam.
Ibnu Bawaihi meriwayatkan di dalam kitab At-Tauhid riwayat dari Imam Ja’far Shadiq dalam satu hadish yang panjang, dia berkata : Barang kali kamu sangka bahwa Allah tidak menjadikan manusia (basyar) selain kamu. Bahkan demi Allah Dia telah menjadikan 1.000 Adam (Alfu-Alfi Adama). Dan kamulah yang terakhir dari Adam-Adam itu.
Berkata Al-Haitsam pada syarahnya yang bersar atas kitab Nahjul Balaghah : “Dan dimukilkan dari Muhammad al-Baqir bahwa dia berkata: “Telah habis sebelum yang Adam Bapa kita 1.000 Adam atau lebih.” Ini adalah pendapat dari kalangan imam –imam syiah sendiri. Ja’far Shadiq dan Muhammad Al-Baqir dua diantara 12 Imam Syi’ah Imamamiyah.
Kalangan kaum shufipun mempunyai pendapat demikian as Syekh Al-Akbar Ibnu Arabi berkata dalam kitabnya yang terkenal Al-Futuhat Al_makiyah bahwa 40.000 tahun sebelum Adam ada Adam yang lain.
Malahan untuk menjadi catatan, imam syi’ah yang besar itu Ja’far Ashadiq menyatakan bahwa disamping alam kita ini Tuhan telah menjadikan pula 12.000 alam dan tiap-tiap alam itu lebih besar dari tujuh langit dan tujuh bumi kita ini.
Didalam beberapa ranting yang mengenai Kepercayaan terdapat perbedaan sedikit-sedikit, sebagian kita yang dinamai Ahlus-sunnah, dengan kaum syiah. Tetapi didalam hal yang mengenai Ilmu, mentang-mentang dia timbul dari Syiah. Karena hal ihwal yang berkenaan dengan ilmu pengetahuan alam itu adalaha universal sifatnya. Yaitu menjadi kepunyaan manusia bersama. Apalagi sampai sekarang ini dan seterusnya. Penyelidikan ilmiah tentang alam, tentang hidupnya manusia didunia ini tidaklah akan berhenti.
Coba cocokan keterangan imam Ja’far dengan hasil penyelidikan alam yang terakhir, yang mengatakan alam cakrawala ini terdiri dari berjuta-juta keluarga bintang-bintang masing-masing dengan mataharinya sendiri-sendiri yang dinamakan galaksi.
Berdasarkan semuanya ini, maka ditafsirkan oleh setengah ahli tafsir bahwa yang dimaksud dengan Adam sebagai Kholifah adalah kholifah dari Adam-Adam yang telah berlalu itu, yang sampai mengatakan beribu-ribu itu (sejuta Adam). Dan dongeng iran yang diambil dan dimaksukan kedalam beberapa tafsir itupun menunjukkan bahwa dalam kalangan islam sudah lama ada yang berpendapat bahwa sebelum manusia kita ini sudah ada makhluk dengan adanya sendiri terlebih dahulu. Sekarang tidak berhentilah orang menyelidiki hal itu sehingga datanglah pendapat ilmiah,diantaranya teori Darwin,dilanjutkan lagi oleh berpuluh penyelidikan tentang ilmu manusia,pada fosil-fosil yang teah membantu menunjukkan bahwa 400.000 tahun lalu sudah ada manusia peking atau manusia Mojokerto.
Adapun Al-Qur’an karena bukanlah kitab catatan penyelidikan fosil atau teori Darwin, tidaklah dia membicarakan hal itu juga tidak menentang Teori itu. Malahan menganjurkan orang meluas dalamkan ilmu pengetahuan tentang apa saja, sehingga bertambah yakin akan kebesaran Allah SWT.

Penafsiran Kedua

Yang dimaksud Kholifah adalah Kholifah dari Allah SWT sendiri.
Diantara makhluk sebanyak itu menusialah yang telah dipilih Allah SWT. Menjadi Kholifahnya, yaitu Adam dan keturunannya. (Lihat surat An-Naml ayat 62). Demikian kata mereka.
Pada manusia itulah Adam menyatakan hukumNya dan peraturanNya. Dia menjadi kholifah untuk mengatur bumi ini untuk mengeluarkan rahasia yang terpendam di dalamnya. Dianugerahkannya akal. Akal itupun sesuatu yang Ghoib dan Ajaib. Bentuknya tidak Nampak tetapi bekasnyalah yang menujukkan akal itu ada. Manusia yang ketika lahir lemah kian lama kian diberi persiapan. Kekuatan yang ada padanya amat luas dan keinginan untuk tahu tidak terbatas. Memang kalau sendiri-sendiri dia lemah tidak berdaya tetapi kumpulan dari bekas usaha orang seorang itu dapat mengesan dan membekas pada seluruh bumi. Dari keturunan demi keturunan bertambah dapat menguasai dan mengatur bumi. Telah dikuasainya lautan dan diselaminya. Telah terbang dia di udara, telah panda dia bercakap dan bersambut kata, pada hal yang seorang dikutub utara dan yang seorang dikutub selatan. Gunung ditembusinya dan dibuatkan kereta didalamnya. Dan banyaklagi kemungkinan-kemungkinan lain yang dapat dikerjakan dalam bumi, terutama sejak terbuka rahasia tenaga atom di abad 20 ini.
Memang ilmu yang luas itu tidak diberikan pada orang seorang dan tidak pula diberikan sekaligus, melainkan dari penyelidikan mereka sendiri. Yang karena sesungguhnya mereka, rahasia itu dibukakan dan dibukakan lagi oleh Allah SWT. Jadi dapatlah difahamkan bahwasannya ayat 31 yang menerangkan Allah mengajarkan nama-nama kepada Adam dan seketika ditanyakan kepada malaikat, Malaikat menyembahkan bahwa pengetahuan mereka hanya terbatas sekedar yang diajarkan oleh Allah SWT. Kepada mereka (ayat 32). Lalu adam disuruh menerangkan, maka diapun menerangkanlah semua nama-nama itu. Dapat ditarik meksud yang dalam tentang keistimewaan yang diberikan Allah kepada manusia, yang kian lama kian dibukakan rahasia segala nama itu kepa manusia, namun keghaiban rahasia langit dan bumi masih banyak lagi yang belum dikerjakan kepada manusia ataupun kepada Malaikat, sebagaimana yang terdapat pada ujung ayat 33.
Kepada tafsir yang manapun kita akan cenderung, baik ditafsirkan bahwa Adam dan keturunannya diangkat jadi kholifah dari makhluk-makhluk yang telah musnah, ataupun kholifah dari Allah sendiri. Namun isi ayat sebagai lanjutan ayat sebelumnya telah menyingkapkan lagi tabir pemikiran yang lebih luas bagi manusia, agar janganlah mereka kafir kepada Allah, ingatlah kedudukannya dalam hidup bukanlah sembarang kedudukan. Jangalah disia-siakan waktu pendek yang dipakai selama hidup di dunia itu.

14 Responses to Adam manusia pertama ?

  1. osamah mengatakan:

    baiklah…saya tunggu edisi keduanya,,,,,sama2 belajar dengan semangat quran…..
    (saya belum dapat apa2 dari artikel diatas,baca sekilas aja karena cpu dipakai install ms office)

    salam

  2. Abu Hanan mengatakan:

    assalamu alaikum…
    kemarin OSAMAH sekarang ABU HANAN
    @kaisnet
    Katanya sebelum Nabi Adam, ada makhluk yang namanya Hinn dan Binn, ada juga yang mengatakan namanya Thimm dan Rimm. Setelah makhluk yang dua itu habis, datanglah makhluk yang bernama Jin.
    Saya =>dari “katanya” tidak didapat keterangan jenis Hinn dan Binn,keduanya apakah makhluk nyata/ghaib.Sedangkan pada Jin,saya pikir tidak masuk akal jika makhluk ghaib dapat mengelola/memakmurkan bumi yang nyata (kasus pada Nabi Sulaiman adalah perkecualian karena jin hanya sebagai “pekerja” bukan yang memanfaatkan)

    Al-Alusi Pengarang Tafsir Ruhul Ma’ani mengatakan bahwa di dalam kitab Jamiul Akhbar dari orang Syi’ah Imamiyah, fasal 15 ada tersebut bahwa sebelum Allah menjadikan Adam nenek moyang kita, telah ada 30 Adam. Jarak diantara satu Adam dengan Adam yang lain 1000 tahun, setelah Adam yang 30 itu 50.000 tahun lamanya dunia rusak binasa, kemudian ramai lagi 50.000 tahun barulah dijadikan Allah Nenek kita Adam.
    Saya=> mirip dengan semangat Weda hanya berbeda angka.Weda mengenal 7 manu yang setengah dewa (kata pemeluk Hindu).Dan apakah 30 Adam tersebut berketurunan atau bagaimana sayangnya baik di tafsir Al Azhar maupun referensi yang digunakan tidak menyebutkan.

    Namun isi ayat sebagai lanjutan ayat sebelumnya telah menyingkapkan lagi tabir pemikiran yang lebih luas bagi manusia, agar janganlah mereka kafir kepada Allah, ingatlah kedudukannya dalam hidup bukanlah sembarang kedudukan. Jangalah disia-siakan waktu pendek yang dipakai selama hidup di dunia itu.
    Saya =>setuju bro

    Artikel bagus,,,,,,tetap belajar dalam koridor Islam mulai saat mencari,menelaah sampai menyimpulkan.
    wassalam

  3. osamah mengatakan:

    assalamu alaikum..
    kemarin OSAMAH sekarang Abu Hanan
    @kaisnet,,,
    Katanya sebelum Nabi Adam, ada makhluk yang namanya Hinn dan Binn, ada juga yang mengatakan namanya Thimm dan Rimm. Setelah makhluk yang dua itu habis, datanglah makhluk yang bernama Jin.
    Saya =>dari “katanya” tidak didapat keterangan jenis Hinn dan Binn,keduanya apakah makhluk nyata/ghaib.Sedangkan pada Jin,saya pikir tidak masuk akal jika makhluk ghaib dapat mengelola/memakmurkan bumi yang nyata (kasus pada Nabi Sulaiman adalah perkecualian karena jin hanya sebagai “pekerja” bukan yang memanfaatkan)

    Al-Alusi Pengarang Tafsir Ruhul Ma’ani mengatakan bahwa di dalam kitab Jamiul Akhbar dari orang Syi’ah Imamiyah, fasal 15 ada tersebut bahwa sebelum Allah menjadikan Adam nenek moyang kita, telah ada 30 Adam. Jarak diantara satu Adam dengan Adam yang lain 1000 tahun, setelah Adam yang 30 itu 50.000 tahun lamanya dunia rusak binasa, kemudian ramai lagi 50.000 tahun barulah dijadikan Allah Nenek kita Adam.
    Saya=> mirip dengan semangat Weda hanya berbeda angka.Weda mengenal 7 manu yang setengah dewa (kata pemeluk Hindu).Dan apakah 30 Adam tersebut berketurunan atau bagaimana sayangnya baik di tafsir Al Azhar maupun referensi yang digunakan tidak menyebutkan.

    Namun isi ayat sebagai lanjutan ayat sebelumnya telah menyingkapkan lagi tabir pemikiran yang lebih luas bagi manusia, agar janganlah mereka kafir kepada Allah, ingatlah kedudukannya dalam hidup bukanlah sembarang kedudukan. Jangalah disia-siakan waktu pendek yang dipakai selama hidup di dunia itu.
    Saya =>setuju bro

    Artikel bagus,,,,,,tetap belajar dalam koridor Islam mulai saat mencari,menelaah sampai menyimpulkan.
    wassalam

  4. kaisnet mengatakan:

    Terima kasih atas motivasinya….
    Smoga Allah SWT memberi petunjuk…. Amiiin

  5. Samaranji mengatakan:

    Assalamu’alaikum

    @ osamah
    mas yg peke nama abu hanan juga saat di ngarayana ? masih sering ke web hindu itu ga mas, gimana perkembangannya ?

    @ kaisnet
    salam kenal, saya juga mencoba membahasnya di sini : http://debu-semesta.blogspot.com/2010/12/clue-nabi-adam-alaihi-salam.html. Terimakasih jika mau berkunjung dan mengoreksinya.

    Wassalamu’alaikum.

    • abu hanan mengatakan:

      waalaikum slam
      @samaranji
      osamah dan saya = 2 orang.saya meneruskan jejak cak osamah karena beliau telah pindah lokasi kerja di kawasan pergudangan perbatasan surabaya-gresik dan beliau mengatakan kepada saya niatnya utk uzlah (sekedar menjaga hati saja,bukan uzlah sebenarnya).
      di web tersebut pada awalnya menarik buat dikaji namun semakin hari kok “rasanya” semakin lain.Dan kami berdua sama2 tertarik mempelajari konsep reinkarnasi sehingga sering berganti kirim komen pada nama sama ==osamah==.Dan kami memiliki kesimpulan sendiri dengan konsep tersebut.
      wassalam

  6. kaisnet mengatakan:

    Terima kasih teman-teman, telah berkunjung di Web saya yang sederhana ini, saya sering menjenguk temanku yang ada di http://debu semesta.blogspot.com, namun saya belum berani kirim komentar termasuk di webnya cak osamah masih takut salah, soalnya kemampuan agama saya kurang begitu mendalam.

    • Samaranji mengatakan:

      ga perlu sungkan mas (kang ?),,, kita sama” belajar aja, dan diblog sampean ini saya sering belajar mengenai sains/ science/ sign ato apalah itu namanya. Terimakasih.

      Wassalamu’alaikum…

  7. amun mengatakan:

    Sesungguhnya, penelitian ilmu tentang asal-usul manusia sampai sekarang masih belum berakhir, sebab dari potongan bulkti-bukti yang ditemukan selau membuka pertanyaan-pertanyaan baru. Para pakar antropologi umumnya sependapat mengenai Australopithecus africanus jenis Homo tertua dari afrika selatan yang berdiri tegak dengan tinggi 1,2 meter dan beratnya antara 30-40 kilogram. Sebagian ilmuwan percaya bahwa spesies jenis ini tidak memiliki hubungan langsung dengan evolusi manusia modern. Fosil-fosil yang ditemukan menunjukkan hadir sekitar 4 juta tahun yang silam dan kini sudah punah. Sedangkan sebagian ilmuwan lain mempercayai bahwa Australopithecus africanus bukan bagian dari orang modern. Mereka berpendapat bahwa Australopithecus africanus hanya bagian satu garis yang membawa kepada Australopithecus robustus dan kemudian belakangan telah punah lagi. Pendapat ilmiah lainnya menyatakan, baik Australopithecus Africanus maupun Australopithecus afarensis (yang dianggap sebagai nenek moyang Africanus) menunjukan spesies tunggal dan dinyatakan sebagai homo awal yang disebut Homo habilis.
    Walaupun belum cukup bukti kebenaran penafsiran itu, tetapi satu hal yang nampaknya pasti dimulai sekitar 2 juta tahun yang silam, ada 2 spesies jenis homo yang hidup di Afrika Selatan, yaitu Australopithecus robustus dan Homo habilis. Australopithecus robustus yang berukuran lebih besar ditafsirkan sebagai jantan, sedangkan homo awal yang lebih ringan ditafsirkan sebagai betina. Karena itu punahnya dua spesies tersebut pernah dipercayai sebagai contoh punahnya bentuk seksual. Sebab perbedaan jenis fosil-fosil tersebut menunjukan, mereka memiliki gaya hidup yang berbeda.
    Australopithecus robustus diperkirakan tingginya antara 1,5 dan 1,7 meter dengan berat antara 50 sampai 70 kilogram memiliki rahang yang besar dan pola penggunaan giginya menunjukan sebagai pemakan sayuran. Susunan wajahnya yang keras mendukung otot-otot yang mampu mengunyah sempurna. Sedangkan homo awal Afrika Selatan yang lebih ringan, memiliki geraham lebih kecil dan otak lebih besar, giginya menandakan makanan mereka beraneka ragam, termasuk jenis daging; sementara otaknya yang lebih besar, menandakan sebagai makhluk yang lebih cerdas. Karena itu kebanyakan pakar antropologi sepakat bahwa homo awal itu lebih mengarah sebagai nenek moyang manusia.
    Dari sekian banyak potongan bukti yang ditemukan dari beberapa tempat. Fosil pertama yang diakui secara umum dan sejalan dengan pertanyaan tentang asal manusia, yaitu orang Neanderthal yang ditemukan tahun 1856 (jenis Homo yang hidup di Eropa Barat, Cina, hingga ke Irak). Mereka hadir sekitar 150.000 hingga 34.000 tahun sebelum Masehi. Setelah banyak para pakar antropologi yang menemukan fosil-fosil dari banyak daerah dan benua, ada di antaranya yang ditemukan di daratan Asia tenggara oleh dokter muda Belanda Eugene Dubois tahun 1891 adalah fosil yang kini dikenal sebagai orang jawa (Indonesia).
    Dari urain di atas, nampaknya sebelum Adam-Hawa turun ke Bumi sekitar 50.000 tahun yang silam, di Bumi telah hadir bangsa manusia hasil evolusi alam fana yang disebut orang Neanderthal. Mereka hidup berkelompok-kelompok di tiap benua di Bumi ini, mereka membangun kekuasaan. Kekuasaan diperebutkan para anggota kelompoknya dengan menghalalkan segala cara, saling jegal, fitnah, bunuh. Ketika satu kelompok bertemu dengan kelompok lain, terjadi peperangan, yang kalah jadi taklukan dan member upeti pada yang menang. Itulah yang diamati para malaikat dari Syurga melalui kemanunggalan telanjang (naked singularity) yang dirumuskan Roger Penrose melalui teori sensor langitnya. (diberitakan dalam Alqur’an surat AlbAqoroh 30, Annajm 13-18).
    Teori sensor langit menyatakan : Bila ufuk peristiwa bergerak dalam kecepatan cahaya, alam bersekongkol dengan segala cara untuk menutup terbukanya kemanunggalan. Tetapi bila ufuk peristiwa bergerak lebih cepat dari cahaya, maka sensor langit akan terbuka, dan kemanunggalan menjadi telanjang. Dari alam seberang (alam lembut Syurga) akan dapat menyaksikan kehidupan alam fana, seperti layaknya orang yang menonton TV. Dari rumusan Paul Dirac, ufuk peristiwa atau cermin P bergerak lebih cepat dari kecepatan cahaya karena berpusing 2 mc², maka sensor langit akan terbuka, dan kemanunggalan menjadi telanjang.
    Agama, hingga sekarang mempercayai bahwa, Adam-HAwa adalah manusia pertama, dan manusia sekarang adalah keturunan langsung mereka. Anggapan tersebut nampaknya perlu depertanyakan karena bertentangan dengan fakta.
    Jika yang dipimpin Adam adalah anak-anaknya sendiri. Sebelum anak-anaknya lahir, kerja mereka hanya memproduksi anak sebanyak-banyaknya. Ketika sudah pada balig, mereka dikawinkan di antara sesama saudara kandung sendiri. Hal itu tentu saja tercela menurut moral dan cenderung melahirkan anak cacat mental. Dalam evolusinya tentu ada yang kawin dengan paman-bibi, bahkan ibu-bapak kandung sendiri. Itu bertentangan dengan kitab petunjuk rosul, Alqur’an surat (Annisa 22-23).
    Ketika para malaikat merasa heran dan penasaran, sebab tuhan hendak mengangkat manusia yang kejam, jahat, biadab jadi kholifah (Baqoroh 30). Yang dimaksud, tentunya bukan Adam-Hawa, sebab pasangan itu belum turun ke Bumi.
    Di sisi lain, kalau semua manusia di Bumi merupakan keturunan langsung Adam-Hawa, mustahil akan menghasilakan aneka ragam warna kulit, bahasa, postur tubuh. Fakta-fakta itu menjelaskan bahwa, dalam kepemimpinannya, Adam-Hawa telah mengawinkan anak-anaknya pada orang Neanderthal yang telah dibinanya jadi orang beriman kepada Tuhan Alloh sesuai dengan syarat hukum.
    Yang pasti, sebelum Adam-Hawa turun dari syurga, di semua benua di Bumi telah hadir kelompok-kelompok orang Neanderthal. Di dalam tiap kelompok sering terjadi perebutan kepemimpinan yang didasarkan pada kekuatan fisik seperti hewan. Yang tidak patuh akan dibunuh. Kaum perempuan tidak lebih dari pemuas syahwat kaum lelaki dan pemberi keturunan. Ketika satu kelompok bertemu dengan kelompok lain , terjadi perang berebut kekuasaan.
    Karena itu, tugas utama Adam-Hawa sebagai kholifh adalah membina moral dan menegakan hukum yang adil di lingkungan kelompok-kelompok Neanderthal, yang di dalamnya termasuk hukum perkawinan. Sebab dalam kelompok Neanderthal merupakan tradisi, ketika pemimpinnya kalah atau mati, akan digantikan oleh yang mengalahkan atau oleh anak lelakinya yang paling kuat, dan semua mantan isterinya diambil jadi isterinya juga, termasuk ibu kandungnya sendiri. Karena itu Adam-Hawa membuat aturan hukum perkawinan seperti dijelaskan Alqur’an surat Annisa 22-23.
    Pada kenyataannya, pelanggaran terhadap aturan rosul itu bukan hanya dilakukan masyarakat Neanderthal saja, tetapi juga oleh anak-anak turunan langsung Adam-Hawa sendiri. Contohnya dalam kisah Qobil (anak Adam-Hawa) dan Habil (anak Neanderthal), yang melanggar adalah Qobil. Oleh karena itu, Alloh tidak membeda-bedakan manusia berdasarkan keturunan-suku-bangsa-agama-faham-kulit-kelamin-tuan-sahaya. Siapa saja yang moralnya luhur, dia itulah yang mencintai Alloh dan Rosulnya.

    • kaisnet mengatakan:

      Bahasanya seperti Bahasanya Mas Ajam sieee.

    • abu hanan mengatakan:

      salam
      amun = Contohnya dalam kisah Qobil (anak Adam-Hawa) dan Habil (anak Neanderthal), yang melanggar adalah Qobil. O

      saya = bukti bagaimana mas?

      amun = Fakta-fakta itu menjelaskan bahwa, dalam kepemimpinannya, Adam-Hawa telah mengawinkan anak-anaknya pada orang Neanderthal

      saya = teori anda tetap belum bisa membuktikan kepastian hal itu terjadi tetapi sebagai kemungkinan saya pikir bisa saja.

      amun =Di sisi lain, kalau semua manusia di Bumi merupakan keturunan langsung Adam-Hawa, mustahil akan menghasilakan aneka ragam warna kulit, bahasa, postur tubuh.

      saya = bisa anda baca di http://isyfatihah.blogspot.com/2010/10/adam-manusia-pertama-atau-khalifah_30.html
      secara pasti Rasulullah saw tidak akan berpendapat sembarangan.

      dan sebagai tambahan ada beberapa ayat Al Quran tentang sisi perkembangan bahasa hanya saja saya lupa tentang letak ayat.

      amun =Dalam evolusinya tentu ada yang kawin dengan paman-bibi, bahkan ibu-bapak kandung sendiri. Itu bertentangan dengan kitab petunjuk rosul, Alqur’an surat (Annisa 22-23).

      saya = evolusi yang anda maksud pun hingga saat ini masih terjadi seperti pemerkosaan terhadap anak/ibu/intern keluarga.Jadi perkembangan awal manusia (dengan asumsi hanya ada Adam dan Hawa) saya pikir bisa menggunakan rumus matematika yang matrik atau apa pun istilahnya tentang kombinasi.Apabila pada masa awal beliau berdua sudah pasti hanya bertugas “berkembang dan mengembangkan” dan pada satu periode tertentu akan (pasti) diturunkan aturan2 dari Allah yang berkaitan dengan kehidupan awal.Ada hadits tentang wahyu yang diturnkan pada Adam as.

      salam
      amun =

  8. Filar Biru mengatakan:

    Saya sepakat dengan Amun, bahwa Adam bukan manusia pertama di bumi. Sebab di Al Quran juga nggak ada ayatnya.

    Nah ketika golongan malaikat ribut2 tentang khalifah di bumi, hal itu mengindikasikan bahwa ada mahkluk cerdas di bumi sudah punah, yang sering melakukan peperangan dan pembantaian. (pertumpahan darah). Apa yang menjadi statemen malaikat tersebut menunjukan bahwa kejadian tersebut sudah berlangsung begitu lama dan hanya merupakan kenangan saja.

    Ketika Allah ingin menciptakan mahkluk baru (Adam dan Hawa) menjadi khalifah di bumi saya tidak melihat adanya percampuran generasi penduduk lama dengan pendatang baru (keturunan Adam dan Hawa) seperti yang di singgung oleh Mas@Amun.

    Justru saya melihat berkembangnya bangsa2 di dunia ini akibat dari berkembangnya cara pola kehidupan manusia itu sendiri. Apakah kemajuan teknologi sekarang ini adanya campur tangan mahkluk lain selain dari pada golongan manusia? Apa bila jawabannya YA, maka bisa jadi pendapat Mas Amun ada benarnya. Tapi kalau tidak, maka apa yang di uraikan oleh Mas Amun hanyalah sebuah retorika belaka.

    Sesungguhnya dari apa yang di ucapkan para malaikat Allah itu dalam proses penciptaan Khalifah jawabannya ada di sana.

  9. ajam mengatakan:

    Menurut tangkapan saya, nama Qobil dan Habil belum tentu nama yang sebenarnya. Kedua orang itu adalah pengikut (binaan) Adam. Yang satu adalah Anak kandung Adam, dan yang lainnya adalah anak Neandertal yang telah beriman. Tetapi Rosul Muhammad memberitakan dalam ayat itu maksudnya untuk pembeda antara yang benar dan yang salah.
    Tentang Qobil anak Adam dan Habil anak Neanderthal logikanya begini : Qobil berusaha merebut isteri Habil untuk dijadikan isterinya. Ceritanya begini, Adam-Hawa mempunyai dua anak, yang satu laki-laki dan yang lainnya perempuan. Ketika keduanya sudah dewasa masing-masing dinikahkan dengan anak Neanderthal yang sudah dibinanya. Tetapi Qobil tidak terima dinikahkan dengan perempuan anak Neanderthal (mungkin karena wujud/rupa) tidak secantik adiknya yang dinikahkan dengan Habil (dalam Qur’an memang tidak/belum ditemukan keterangan bahwa Habil anak Neanderthal, tetapi bisa saja suatu saat nanti ditemukan ada hubungan dengan ayat lain yang bersimetri terhadap surat dan ayat ini).
    Kemudian Tuhan (Hukum) mengilhamkan kepada keduanya, siapa di antara Qobil dan Habil yang akan diterima kurbannya. Qobil harusnya menerima dinikahkan dengan gadis anak Neanderthal, dan merelakan adiknya yang cantik menjadi iteri Habil. Sementara Habil yang telah beriman, dalam mempertahankan isterinya. Dari pada membunuh, ia memilih berserah diri pada Tuhan dan mengorbankan jasadnya yang akhirnya dibunuh oleh Qobil. dengan demikian, Habil menjadi orang yang diterima qurbannya dan Qobil jadi orang yang berdosa.
    Adam-Hawa turun ke Bumi diperkirakan sekitar 50.000 tahun yang lalu. Sementara hasil penelitian menunjukan sekitar (150.000 – 34.000 SM) telah hadir orang Neanderthal. Jadi dengan fakta yang ada sekarang menunjukan bahwa, beranekaragam bahasa, warna kulit, postur tubuh dari manusia yang hadir sekarang, menunjukkan bahwa mereka lahir dari banyak jenis. Sebab menurut penelitian sampai saat ini, faktor genetika adalah alasan paling kuat. Itu bisa dibuktikan dari DNA manusia yang ada di muka Bumi ini, sejeniskah ? Mungkin dunia kedokteran lebih memahamai tentang itu.
    Hukum dasar fisika menyatakan bila suatu Dzat yang sempurna menciptakan sesuatu, maka ciptaanNya akan dilandasi oleh kesempurnaan diriNya. Setiap hukum yang dibuatNya adalah kekal. Dan segalanya akan berlangsung simetri (seimbang) mematuhi hukum kekekalan. Mengacu pada hukum itu, Qur’an dalam Nisaa’ 22 – 23 menerangkan tentang diharamkannya mengawini saudara yang sedarah, itu berlaku sejak jaman Rosul Adam-Hawa hingga jaman Rosul Mhammad, sebab hukum yang diterapkan Alloh adalah kekal, kecuali di massa yang telah lampau (di massa Neanderthal, ketika belum ada penerangan dari kholifah/Adam-Hawa), sesungguhnya Alloh Mahapengampun dan Mahapenyayang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: