Big Bang dalam Al-Qur’an

Sekitar 15 miliar tahun lalu, ruang dan waktu telah diciptakan dari sebuah titik yang sangat masif dan panas, yang berukuran sangat kecil lebih kecil dari sebuah atom. Setelah 0 detik kemudian titik tadi meledak sangat dahsyat (big bang) dan mulai mengembang dalam bentuk bola api yang mempunyai konsentrasi energi tertentu sehingga materi dan energi ruang angkasa terbentuk secara spontan. Sesaat setelah itu ruang mulai mengembang dan menjadi dingin kemudian munculah apa yang kita kenal sebagai galaksi, bintang, planet dan benda-benda langit lainnya, galaksi-galaksi saling menjauh satu sama lainya, yang sangat dimungkinkan dulunya galaksi-galaksi ini berkumpul bersama-sama dalam satu ruang.
Digunung Wilson California, seorang astronom yang bernama Edwin Hubble mengamati jarak galaksi dengan mempelajari garis-garis spektral dari galaksi-galaksi yang ada, ternyata cahaya dari semua galaksi mengalami pergeseran menuju ke arah merah (redshift), padahal kita tahu bahwa cahaya warna merah memiliki frekwensi paling kecil dan panjang gelombangnya paling panjang, ini menunjukan bahwa galaksi-galaksi bergerak menjauhi bumi sebagai tanda bahwa alam mengembang. Semakin panjang gelombangnya semakin menuju kearah merah dan membuktikan bahwa jagat raya ini tidak statis melainkan bergerak meluas. Eistain sendiri dengan jujur mengakui kesalahannya dalam mengutarakan teori kosmosnya tentang jagat raya yang statis dan merupakan kesalahan terbesar dalam hidupnya dengan mengatakan “the biggest blunder of my life”.
Para kosmolog memperkirakan bahwa 15 miliar tahun lalu terjadi ledakan besar yang menandai kelahiran jagad raya dengan batas antara keadaan sebelum dan setelah waktu nol detik yang kita kenal dengan Big Bang dan berevolusi hingga terbentuklah jagat raya sekarang ini.
Apabila kita renungkan dengan seksama teori ini seakan menyatakan bahwa langit dan benda-benda ruang angkasa lainnya termasuk bumi dulu sebelum terjadinya adalah sesuatu yang padu menjadi satu atau bisa diartikan berasal dari sesuatu yang satu, sebelum terbentuknya ruang dan waktu. Didalam Al-Qur’an dijelaskan dalah surat Al-Anbiyaa’:30 menyatakan “Dan apakah orang-orang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah sesuatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beiman”. Ayat ini butuh pemahaman dengan konsep sains tingkat tinggi untuk mengerti kalimat keduanya dahulu adalah sesuatu yang padu. Pada tahun 1965 dua orang Ilmuwan peraih Nobel Arno Penzias dan Robert Wilson menemukan radiasi berlatar belakang kosmis yang berasal dari setiap benda langit. Radiasi ini telah diprediksi oleh teori Big Bang.
Agus Purwanto dalam bukunya Ayat-Ayat Semesta menyatakan: Saat Big Bang adalah saat terjadinya ruang dan waktu dan isinya yakni radiasi, jadi bukan terjadinya bumi atau sistem tata surya, kejadian bumi, gunung, dan penghuninya merupakan kejadian belakangan sekitar 11 miliar tahun setelah Big Bang. Jadi selama 11 miliar tahun pula jagad raya berlangsung tanpa bumi dan tanpa kehidupan. Yang ada hanya benda-benda ruang angkasa seperti bintang, quasar, dan nabula protosolar, sekitar 4,8 miliar tahun yng lalu mulai terbentuk planet dan terjadinya pemadatan batuan.
Dalam Al-Qur’an Surat Al-Mu’min ayat 57 Tuhan berfirman yang artinya
Sesungguhnya penciptaan langit dan bumi lebih besar dari pada penciptaan manusia. Akan tetapi, kebanyakan manusia tidak mengetahuinya.
Setelah jagat raya terlahir yang menyimpan berjuta-juta misteri yang harus disingkap tabirnya oleh manusia dengan sains modern ada apa dibalik itu? dan ada siapa dibalik itu? Dua pertanyaan itu cukup dijawab dengan satu jawaban yaitu “Ada Pencipta “ ada tangan-tangan yang memiliki kreasi tingkat tinggi karena sebelum terlahirkannya jagat raya tidak ada apa-apa dan juga tidak ada siapa-siapa keculai yang merencanakanNya.
“Dan langit itu Kami bagun dengan kekuasaan dan sesungguhnya Kami benar-benar meluaskan”.

About these ads

One Response to Big Bang dalam Al-Qur’an

  1. Askartasas/Ade mengatakan:

    Ma’af, di dalam Alquran tidak ada teori Big Bang dari Edwin Huble maupun Einstein.
    Kemudian ada kekeliruan dalam menerjemahkan ayat 21/30 ….. anda menerjemahkan “almaa” dengan “air” …… seharusnya “almaa” diterjemahkan dengan “kekosongan mutlak”.
    Satu pertanyaan bagi penganut teori Big Bang ……. Apa yang menyebabkan Bumi, planet-planet, galaxy dan benda-benda angkasa lainnya berbentuk “bulat”. Tolong aku minta jawabannya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: